BPN Purwakarta Baru Bagikan 18.000 Sertifikat Tanah

SERAHKAN SERTIFIKAT. Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika didampingi Kepala BPN Purwakarta Hehen Suhendar saat menyerahkan sertifikat kepemilikan kepada warga secara simbolis. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purwakarta menyerahkan sebanyak 18.000 kepemilikan sertifikat tanah bagi masyarakat di tiga kecamatan.

Penyerahan sertifikat tanah secara simbolis diberikan oleh Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika didampingi Kepala BPN Purwakarta Hehen Suhendar kepada sejumlah penerima, di Bale Paseban lingkungan Pemkab Purwakarta, Senin (9/11).

“Sesuai laporan dari BPN Purwakarta dari target 30.000 sebanyak 8.000 di antaranya sudah disalurkan. Hari ini 10.000 sertifikat diberikan kepada warga di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tegalwaru, Pondoksalam dan Kecamatan Maniis,” kata Ambu Anne.

BPN Purwakarta sendiri menargetkan sebanyak 70.000 sertifikat kepemilikan tanah untuk tahun depan. Target tersebut diharapkan dapat tercapai meski di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

Adapun hingga hari ini, seharusnya target 50.000 dapat terpenuhi, akan tetapi karena imbas Covid-19, ternyata hanya 30.000 saja. “Dari target 30.000 itu baru 18.000 yang disalurkan, mudah-mudahan kepala BPN dan jajaran diberikan kelancaran dalam menyelesaikan semua sertifikat,” ujar Anne.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Purwakarta, Hehen Suhendar menambahkan, secara fisik sertifikat kepemilikan tanah yang baru tersalurkan sebanyak 8.300, dan Selasa (10/11) sebanyak 10.000 sertifikat yang akan mulai dibagikan secara bertahap.

Pembagian sertifikat kepemilikan tanah akan dibagikan sesuai standar Covid-19. Dirinya pun mengaku pembagian sertifikat sendiri mendapat masalah karena harus memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Kami coba bagikan 200 serifikat saja waktunya dari pagi sampai sore, karena ada penjadwalan-penjadwalan untuk menghindari kerumunan. Kami minta warga untuk bersabar,”  kata Hehen.

Saat disinggung target tahun depan, ia menjelaskan semua daerah telah dibagi dan Purwakarta kebagian 70.000.

“Target 70.000 sertifikat itu 30.000 baru terukur tapi belum terbit, jadi dari K3 di migrasi ke K1. Terukur sudah tapi belum diterbitkan, dan dari pengukuran baru itu 40.000. Jadi total 70.000,” ucapnya.(add/mas/ysp)