BUMDes Sukasari Sukses Kelola Sorgum

TINJAU SORGUM: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Jaya Pranolo saat meninjau hasil sorgum yang dikelola BUMDes Sukasari Mandiri. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sukasari Mandiri adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. BUMDes yang satu ini sukses mengelola sorgum mulai dari proses tanam, panen, hingga mengolahnya menjadi berbagai bahan pangan.

Istimewanya, Sukasari Mandiri melibatkan dan mengandalkan kreativitas pemuda setempat dalam mengelola sorgum tersebut. Mulai dari menanam hingga mengolah sorgum menjadi tepung, bahan membuat kue, dan lainnya.

Sekadar informasi, sorgum merupakan tanaman dari keluarga rumput-rumputan, masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum. Biji sorgum mengandung karborhidrat tinggi, sehingga baik dimanfaatkan sebagai makanan pokok.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Jaya Pranolo pun langsung meninjau BUMDes Sukasari Mandiri. Jaya menilai BUMDes Sukasari mampu menjawab amanah masyarakat terkait pengelolaan keuangan dan bantuan ekonomi yang diberikan kepada pemerintah desa.

“Dalam kunjungan pada Selasa (9/6), kami melihat langsung keberadaan BUMdes Sukasari Mandiri dan ini wajib diapresiasi,” kata Jaya saat dihubungi, Rabu (10/6).
Dirinya menambahkan, kegiatan usaha dalam bidang pertanian, termasuk sorgum, mempunyai prospek yang cukup menjanjikan apabila dikelola dengan baik, benar, profesional dan berkesinambungan.

“BUMdes Sukasari Mandiri harus dikelola dengan baik dan kontinyu, jangan pernah bosan. Terus lakukan upaya perbaikan dalam proses produksi, pemasaran dan pemanfaatan teknologi Informasi. Baik itu melalui sosial media atau lainnya,” kata Jaya.

Dirinya berharap, BUMdes Sukasari Mandiri bisa menjadi referensi bagi BUMdes lainnya dalam upaya neningkatkan ekonomi masyarakat Purwakarta.”Langkah inovatif BUMdes Sukasari Mandiri semoga bisa menular ke desa-desa lainnya. Ini contoh bagaimana BUMdes dapat mengelola bantuan pemerintah dengan melihat potensi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Masalah hasil, itu relatif, karena ini adalah proses,” ucapnya.(add/ysp)

BACA JUGA:  Harga Tomat Anjlok, Petani Merugi