Buntut Kisruh Musyawarah Daerah KNPI Purwakarta, Pemuda Pancasila Beri Ultimatum

PURWAKARTA-Menyikapi Dead Lock pelaksanaan Musyawarah Daerah KNPI Purwakarta yang terjadi beberapa waktu, mengundang reaksi tegas Organisai Kepemudaan Pemuda Pancasila. Pasalnya, secara Legitimasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan dimaksudkan untuk memperkuat posisi dan kesempatan kepada setiap warga negara yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun untuk mengembangkan potensi, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-citanya. Keterhentian pelaksanaan Musda KNPI merupakan kemunduran bagi generasi muda di Purwakarta mendapatkan haknya untuk berkreasi dan berkembang.

“Kami sudah mencermati, melihat dan meninjau. Bahwa pengurus KNPI di Purwakarta semakin hari semakin mengkhawatirkan, khususnya dalam bidang prestasi, yang kami anggap nihil prestasi,” ungkap Ketua OKP PP Nina Heltina atau akrab disapa Ambu Nina.

Selain mengkritisi kepengursan yang dianggap gagal, Ambu Nina juga telah melayangkan gugatan secara lisan pada jajaran pengurus KNPI Jawa Barat. Dengan point, jika di KNPI di Purwakarta telah terjadi kemunduran Demokrasi dan gagal menjalankan AD/ART kepemudaan sebagaimana mestinya diatur dalam UU no 40 tahun 2009.

“Banyak tolak ukur kenapa kami katakan jika jajaran KNPI Purwakarta nihil prestasi. Selain tidak menyajikan ide-ide atau inovasi pengembangan kepemudaan, banyak administrasi dasar yang kami duga salah dilaksanakan oleh Jajaran Pengurus KNPI Purwakarta,” tegas Ambu Nina yang kini menjabat sebagai Anggota Legislatif dari Fraksi Gerindra Purwakarta.

Ambu Nina telah mempertimbangan yang terjadi ditubuh KNPI Purwakarta hari ini, termasuk gagalnya pelaksanaan Musda beberapa waktu lalu. Ambu Nina mengimbau dan mendesak khususnya pada Ketua KNPI Purwakarta hari ini, Kang Asep Supriyatna agar segera memperbaiki legalitas OKP, berikut meningkatkan kapasitaanya memimpin KNPI di sisa waktu.

“Selesaikan segera dengan melaksanakan Musda. Perbaiki segala hal yang berkaitan dengan legilitas khususnya atau menanggung beban sebagai yang paling bertangung jawab atas nasib generasi muda bangsa khususnya di Purwakarta,” pungkasnya.(mas/vry)