Bye-bye Jalan Leucir, Kendaraan Terposok dan Mogok di Purwakarta

MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES YAH MOGOK: Sejumlah pemuda membantu pengendara motor yang mogok di ruas jalan yang tergenang air. Masyarakat meminta agar Pemda mengatasi persoalan tersebut.

PURWAKARTA-Genangan air keruh di ruas jalan rusak dikeluhkan warga. Sebab bisa membahayakan pengendara. Ruas jalan rusak dengan genangan air coklat pekat juga merusak kendaraan warga yang melintas akibat kendaraan mogok terendam air.

Seperti yang nampak di ruas jalan SMPN 2 Purwakarta Kelurahan Ciseureuh, sejumlah kendaraan roda dua khususnya banyak yang mogok akibat terendam air dan terperosok ke lubang.

“Jalannya gak keliatan ketutup air, kami kira pencegahan Covid penting. Tapi pembangunan infrastruktur juga tak kalah penting,” ungkap beberapa pengendara dengan kening mengkerut kecewa.

Ketua Lembaga Kajian Kebijakan Publik Purwakarta (ELKAP), Annas Ali Hamzah mengatakan, lokasi tersebut kerap kali dikeluhkan pengendara. Ini merupakan pekerjaan rumah Pemkab Purwakarta yang belum dituntaskan.

“Saya kerap membaca berita tentang keluhan warga soal kondisi jalan di lokasi tersebut, aneh meski sudah berulang dan berlangsung lama kenapa tidak juga diperbaiki. Kami kira tidak akan memakan terlalu banyak biaya,” ujarnya.

Dia meminta agar disikapi. Annas berharap warga bisa bijaksana untuk memilih jalur lain agar tidak terkena kerugian akibat jalan rusak tersebut yang tidak kunjung diperbaiki.

“Kita harus sama-sama bijak bahwa pemerintah hari ini tengah fokus atas penanganan penyebaran Covid-19. Semoga pandemi virus bisa segera selesai dan pemerintah Kabupaten Purwakarta bisa kembali menjalankan roda pemerintahan dengan fokus ke pembangunan sebagaimana pemerintahan sebelumnya, jalan Leucir,” pungkasnya.(mas/ysp)