Chikungunya Serang Puluhan Warga Darangdan

ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta dr Deni Darmawan

PURWAKARTA-Puluhan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, terserang penyakit Chikungunya, dengan gejala demam hingga mengalami kelumpuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, dr Deni Darmawan mengatakan gejala yang dialami puluhan warga ini merupakan penyakit chikungunya. Kabar terkait puluhan warga yang terserang chikungunya ini, kata Deni, telah diketahui Dinkes dua pekan ke belakang.

“Itu Chikungunya. Kami sudah tahu dua minggu ke belakang dan sudah ada penanganan dari tim medis kami,” kata Deni kepada wartawan di Purwakarta, Kamis (14/1).

Menurutnya, Dinkes telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk melakukan fogging. “Sudah kami fogging bersama kades setempat,” ujarnya.

Diketahui, puluhan warga asal Desa Mekarsari Kecamatan Darangdan, Purwakarta alami gejala demam dan lumpuh massal sebulan terakhir.

Sebagian besar penderitanya merasakan nyeri otot, demam dan keluar bintik merah hingga mengalami kelumpuhan.

Ketua RW 7 Kampung Cikondang, Desa Mekarsari, Ujang (53) menuturkan, awalnya penyakit ini terjadi di Kampung Cileutik. Tetapi, kini giliran Kampung Cikondang yang diserang.

“Gejalanya semua sama. Dan sekarang sudah mencapai puluhan orang yang menderita. Saya juga sempat terkena. Tapi, sekarang sedang proses penyembuhan,” katanya, Rabu (13/1).

Penyakit ini, kata Ujang, sudah menyerang warga di dua kampung, yakni Kampung Cileutik dan Kampung Cikondang. Rata-rata warga yang terserang berusia di atas 30 tahun.

“Penyebarannya cepat dari satu warga ke warga lainnya. Biasanya yang terkena itu satu keluarga,” ujarnya.

Sebagai informasi, Chikungunya merupakan infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak.

Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Dua jenis nyamuk yang dikenal sebagai penyebab demam berdarah.

Chikungunya disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Nyamuk ini mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya.

Penularan virus terjadi bila orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus itu. Virus chikungunya tak menyebar secara langsung dari orang ke orang.(add/vry)