Dinsos Telusuri Dugaan Beras Bercampur Biji Plastik

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purwakarta Rahayuwana Setiawan ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Temuan beras bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga bercampur biji plastik, langsung direspons pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinsos P3A Purwakarta, Asep Surya Komara melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Rahayuwana Setiawan mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog serta pihak yang melakukan distribusi ke desa-desa.

“Setelah kami dapat informasi adanya beras bantuan PKH yang diduga bercampur biji plastik tersebut, kami langsung cek ke lokasi untuk mengetahui kebenarannya,” kata Rahayu saat ditemui di kantornya, Rabu (30/9).

Rahayu mengakui memang ada beberapa butir biji plastik yang ditemukan di dalam beras bantuan PKH warga tersebut. Pihaknya pun melakukan penelusuran ke sejumlah warga penerima beras bantuan PKH.

“Kita juga cek ke sejumlah penerima bantuan beras PKH lainnya, namun beras mereka tidak ada yang bercampur biji plastik,” ujarnya.

Rahayu menjelaskan, beras bantuan PKH merupakan bantuan tambahan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di masa pandemi Covid-19 ini.

Setiap KPM mendapatkan bantuan 15 kilogram beras setiap bulannya yang diterima mulai Agustus, September dan Oktober.

“Jadi selain mendapatkan bantuan uang yang selama ini mereka terima, mulai Agustus hingga Oktober mendatang para KPM juga mendapat bantuan beras seberat 45 kilogram. Di mana dalam satu bulan beras yang diterima seberat 15 kilogram,” ucap Rahayu.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten Purwakarta Wilayah 1 pendamping PKH, Iyan Hidayat menambahkan, jumlah KPM yang menerima bantuan beras dari Kemensos di Kabupaten Purwakarta sebanyak 30.414 KPM.

Adapun untuk pendistribusian bantuan beras tersebut boleh melalui e-warung, ketua kelompok atau melalui desa masing-masing.

“Yang dibagikan kemarin itu beras bantuan untuk bulan Agustus dan September, dan bantuan beras akan diberikan satu kali lagi di bulan Oktober,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, menemukan beras bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI yang diduga bercampur biji plastik, Senin (28/9).

penemuan tersebut berawal adanya informasi yang diterima Kejaksaan Negeri Purwakarta, yang langsung ditindaklanjuti Tim Seksi Intelejen Kejari Purwakarta dengan mendatangi lokasi.

Saat itu tim bertemu dengan seorang warga berinisial AH, di mana yang bersangkutan mengaku memperoleh satu karung beras dengan logo kemasan ‘Beras Medium Bulog untuk Bantuan PKH’ dengan berat 15 Kg. Saat dilihat, beras tersebut berwarna kekuningan, berbau apek dan bercampur dengan biji plastik berwarna putih serta batu kecil.

“Dari keterangan AH, beras tersebut diperolehnya dari orang tuanya yang tinggal di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta yang merupakan salah satu penerima bantuan PKH,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Andin Adyaksantoro melalui Kasi Intel, Onneri Khairoza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9).(add/ysp)