Ekopontren Mandiri JM Bangun Ekonomi Pesantren Mandiri

EKOPONTREN: Kepala Staf Kepresidenan Jendral (Purn) Moeldoko bersama Ketua Umum Ekopontren Mandiri JM DR KH Abun Bunyamin MA dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, di Al-Muhajirin, Purwakarta, Minggu (25/11). ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Ekopontren Mandiri JM yang merupakan organ relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, me-launching halaqoh ulama se-Jawa dengan tema “Membangun Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren” di Al-Muhajirin Kampus 1 Jl. Veteran Purwakarta, Minggu (25/11) lalu.

Acara yang dibuka Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) DR H Moeldoko S.IP tersebut merupakan tindak lanjut pasca-Deklarasi Nasional di Sofyan Hotel Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Moeldoko mengatakan, setelah membangun infrastruktur secara merata, mulai tahun depan pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Langkah ini, kata dia, dilakukan supaya terjadi pergerakan di sektor pendidikan. Salah satunya, di lingkungan pondok pesantren.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan para santri akan menguasai beberapa sektor ekonomi di Indonesia. Kondisi ini jelas harus didorong oleh pemerintah serta mendapat dukungan dari masyarakat luas. Termasuk, keluarga besar pondok pesantren,” katanya.

Senada, Ketua Umum Ekopontren Mandiri JM DR KH Abun Bunyamin MA mengatakan, Al-Muhajirin akan menjadi pioneer dalam menggerakan ekonomi pesantren.

“Rencana ke depan, Pesantren Al-Muhajirin Kampus 3 Citapen akan membuat pabrik tempe dan di kampus 5 Wanayasa akan mengelola peternakan seluas 3 hektare,” ucap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin itu.

Dirinya menyebutkan, sebagai tindak lanjut dari launching halaqoh ulama, akan diadakan Rakernas Ekopontren Mandiri JM se-Jawa. “Rencananya akan dilaksanaka pada Januari 2019 dan bakal dihadiri oleh 1.000 pesantren,” katanya.

Hal ini diperkuat oleh Sekjen Ekopontren Mandiri JM H Deden Saepudin M.Hum. Dirinya menjelaskan, pesantren harus jadi role model dalam menggerakkan ekonomi kreatif di masyarakat.

“Pesantren zaman now harus mandiri secara ekonomi, apabila hanya fokus di pendidikan saja maka pesantren akan ketinggalan zaman,” ujarnya kepada koran ini, Selasa (27/11).(add/dan)