Geram Karena Ganggu Lingkungan, Sehari Ambu Tutup Tiga Lokasi Galian Tanah Merah

galian tanah merah
GERAM: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat di lokasi galian tanah merah di Kecamatan Sukatani. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Inspeksi mendadak dilakukan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, ke beberapa lokasi galian tanah merah di Kecamatan Sukatani, Minggu pagi (5/7). Didampingi Satpol PP dan Muspika lainnya, Ambu sapaan akrab bupati Purwakarta langsung perintahkan penegak Perda (Peraturan Daerah) tersebut, menutup galian tanah merah dengan Police Line Satpol PP.

“Silahkan kalau mau beroperasi, tetapi selesaikan dan tempuh perijinan secara legkap terlebih dahulu,” ungkap Teguh Juarsa Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Sat Pol PP menirukan perintah Ambu.

Ambu sendiri diceritakan Teguh, tidak sengaja melakukan inpeksi dan memerintahkan menutup galian tanah merah yang ada di Sukatani. Namun, Sidak tersebut terjadi karena sejumlah truk pengangukut tanah merah menghalangi rombongan Ambu, saat beranjak dari lokasi wisata air Cikao Park menuju Kecamatan Plered.

Baca Juga: Galian C Ilegal di Purwakarta Makin Bandel

“Semua mendadak, dalam jadwal tidak ada giat Ambu sidak ke galian tanah merah. Tetapi saat melintas di Sukatani dengan kondisi jalan kotor tanah merah dan terjadi kemacetan. Barulah Ambu turun dan masuk ke lokasi galian,” lanjutnya.

Ada tiga lokasi galian di Kecamatan Sukatani

Dari giat tersebut, nampak kekesalan Ambu yang kemudian Sat Pol PP bertindak tegas dengan langsung memasang Polis Line. Sedikitnya ada tiga lokasi galian di Kecamatan Sukatani yang hari kemarin ditutup tanpa ampun langsung oleh Bupati Purwakarta.
“Intruksi Ambu semua diperintahkan untuk ditutup, dan diminta lengkapi perijinan jika memang masih mau beroperasi,” tegas Teguh.

Menyikapi ditutupnya Galian C di Sukatani oleh Bupati, Ketua DPRD Purwakarta ikut meradang. Kembali beroperasinya galian tanah merah dan galian pasir padahal berulang kali pula ditutup, mengindikasikan jika pengusaha tidak patuh dan taat hukum.

“Jelas pengusaha galian tidak taat dan patuh hukum jika cara mereka seperti itu. Berulang kali ditutup, berulangkali pula mereka buka sembunyi sembunyi. Ini sudah keterlaluan,” tegas H Ahmad Sanusi menimpal kebijakan Bupati Anne Ratna Mustika, menutup sendiri galian tanah merah di Sukatani kemarin.

Selain dinilai tidak taat dan patuh pada Hukum, H Amor sapaan akrab H Ahmad Sanusi akan menindaklanjuti dengan akan memanggil intansi terkait, tim perwakilan ESDM Provisi Jawa Barat yang ada di Purwakarta.

Kemudian akan memanggil secara khusus dinas perijinan untuk melihat dan mengkaji ulang kelanjutan perijinan galian. Pasalnya, H Amor menganggap tidak menghargai dan menghormati Pemerintah Daerah termasuk DPRD Purwakarta.

“Komisi 1 DPRD sebelumnya sudah memanggil semua pengusaha Galian, untuk diperingati, diberikan arahan dan bimbingan. Kemudian meminta pengusaha memenuhi perijinan secara lengkap, bahkan saya sendiri mendatangi lokasi dan meminta Sat Pol PP menutup.

Ko malah buka dan beroperasi lagi, maksudnya apa?” tanya H Amor dengan nada geram.
Selanjutnya, atas nama DPRD Purwakarta selain akan mendukung penuh langkah Bupati. DPRD Purwakarta segera akan mengkaji dan membentuk tim khusus perihal Peraturan Daerah yang mengikat soal Galian.

“DPRD akan dukung penuh Bupati Purwakarta hentikan galian tidak berijin,” pungkasnya.(mas/vry)