Guru Dituntut Lakukan Inovasi

PURWAKARTA-Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cendekia Purwakarta selama ini dinilai berhasil dalam mendesain sistem pembelajaran bagi para peserta didiknya. Pun halnya saat pendidikan jarak jauh diterapkan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Guru-guru SDIT Cendekia dituntut dapat berinovasi demi terjaganya kualitas pendidikan bagi peserta didik.
Kepala SDIT Cendekia Purwakarta Andri Purwanugraha M.Pd mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan SDIT Cendekia adalah dengan rutin meng-upgrade profesionalisme dan kompetensi guru yang dimilikinya.
“Kami memiliki agenda tahunan berupa workshop peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru. Workshop ini untuk mempersiapkan desain pembelajaran terbaik bagi siswa-siswi SDIT Cendekia,” kata Andri saat ditemui di sela kegiatan workshop di Kampus SDIT Cendekia, Senin (9/11).
Adapun tahun ini, sambungnya, merupakan tahun kedelapan digelarnya workshop tersebut. Tantangannya lebih besar karena berkaitan dengan desain pembelajaran terbaik di masa pandemi maupun pascapandemi.
“Dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional, SDIT Cendekia harus dapat mengembangkan desain pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi sekolah maupun peserta didiknya. Output seperti itulah yang diharapkan dari workshop dengan tema Be A Qualified Teacher ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, melalui workshop ini pula, guru-guru akan mendapatkan berbagai masukan dari para pemateri sehingga bisa lebih tepat dalam mendesain sistem pembelajaran terbaik, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
“Guru harus dapat membuat desain pembelajaran yang tidak monoton, tidak membosankan. Tak melulu mengandalkan cara atau aplikasi yang itu-itu saja. Tapi dinamis, sehingga melahirkan desain praktik pembelajaran terbaik dengan sistematika best practice,” ucap Andri.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Workshop Prayogi Dwi Putra menyebutkan, pelatihan tersebut menghadirkan dua pemateri. Yang pertama adalah Euis Awangsih M.Pd yang merupakan Pengawas Bina Kecamatan Jatiluhur sekaligus Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Jawa Barat.
Pemateri kedua, sambungnya, adalah Ayi Engkar Kosasih M.Pd yang merupakan Pengawas Pembina Gugus V Nagri Kaler dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. “Pada saat acara dibuka, kami juga mengundang Ketua Forum Komunikasi Orangtua (Forsita) SDIT Cendekia Tika Prima Ningrum SP sebagai perwakilan orangtua siswa,” kata Prayogi.
Lebih lanjut Prayogi menyebutkan jika workshop digelar selama dua hari berturut-turut dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Setelah workshop ini, akan digelar kelompok kerja guru mini (KKG internal) selama sembilan hari ke depan guna menyusun desain pembelajaran dengan sistematika best practice,” ujarnya.(add/ysp)