Hama Ulat Bulu Serbu Kantor Camat Bojong

ilustrasi

PURWAKARTA-Ratusan ulat bulu menyerbu pohon peneduh yang tumbuh di depan kantor Camat Bojong. Akibatnya, sejumlah pohon yang semula indah dipandang, menjadi meranggas akibat daunya habis disantap kawanan ulat bulu tersebut.
Tak hanya pohon peneduh yang rusak akibat ulat bulu tersebut.

Sejumlah tamu kecamatan Bojong yang kebetulan berteduh dibawah pohon mengaku gatal-gatal. Pasalnya, sejumlah ulat bulu yang loncat dari pohon tampak bergantungan dan jika nempel dikerah baju, maka dipastikan pemakainya akan gatal-gatal.

Menanggapi serbuan ulat bulu itu, salah seorang staf Kecamatan Bojong yang minta namanya tak dikorankan mengatakan, serangan ulat bulu ini merupakan kali kedua dalam empat bulan terakhir. “Dua bulan yang lalu, ulat jenis berbeda juga menyantap massal daun-daunan dari pohon peneduh itu. Kurang dari dua pekan terakhir spesies ulat bulu kini menyerang lagi,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia, tak ada upaya nyata terkait serbuan hama ulat bulu ini. Baik dilakukan penyemprotan insektisida atau lainnya. “Ini mungkin dianggap hal lumrah terjadi di sini, meski akibat serbuan ulat bulu ini. Bagi pohon sendiri akan alami kekeringan dibagian ranting yang daunya habis,” tutupnya.
Dari pengamatan Pasundan Ekspres, ulat bulu sebesar ujung lidi dengan warna abu bercorak hitam itu, tampak berayun ayun di dahan pohon. Ulat bergelantungan dengan serat menyerupai benang, jumlahnya cukup banyak.

Jika angin kencang atau tersentuh orang lewat ulat bulu ini langsung menempel. Jika tersapu angin maka dengan serat benangnya, ulat bulu itu berpindah tempat dari dahan yang satu ke tempat dahan lainnya. Kepompong juga tampak diranting ranting pohon yang sudah mulai mengering, akibat daunnya rontok.

Camat Bojong Wawan Darmawan yang hendak dikonfirmasi terkait serangan ulat bulu dikantornya Kamis(16/5) siang sedang tak ada dikantornya. “Pak Camat sedang ada di Pemkab Purwakarta untuk tugas penting,” terang stafnya.(dyt/vry)

BACA JUGA:  Petani Waspadai Serangan Wereng dan Tikus