Hari Kedua Operasi Gabungan, Satpol PP Jabar Edukasi Warga Pasar Cikopo dan KBI Purwakarta

PURWAKARTA-Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali melakukan Operasi Gabungan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kabupaten Purwakarta, Jumat (11/12).

Sasarannya adalah warga Pasar Induk Cikopo Purwakarta, termasuk di antaranya para pedagang dan pembeli. Kemudian pengguna jalan yang melintas di gerbang kawasan Kota Bukit Indah, serta rumah makan Sate Cibungur Hj Yetty.

Kepala Satpol PP Jabar M Ade Afriandi melalui Sekretaris Satpol PP Jabar Khoirul Naim mengatakan, pada hari kedua operasi gabungan pihaknya menyasar jasa usaha, perdagangan dan wilayah kawasan industri.

“Di titik pertama, yakni Pasar Induk Cikopo, kami cukup banyak menjumpai pedagang yang tidak memakai masker. Tidak kami tindak, melainkan kami edukasi pentingnya menggunakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19,” kata Naim kepada wartawan.

Selain mengedukasi, pihaknya juga membagikan masker gratis kepada para pedagang. “Sebanyak 100 sampai 200 masker yang kami bagikan dan langsung digunakan oleh mereka,” ujarnya.

Sementara di titik kedua, di gerbang kawasan Kota Bukit Indah, pihaknya menyasar para pengendara yang melintas. Mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga bus karyawan.

“Kami menemukan beberapa pengemudi bus tak pakai masker. Langsung kami edukasi terkait protokol kesehatan dan juga kami berikan masker gratis. Adapun para penumpang bus 95 persen sudah pakai masker,” ucapnya.

Sementara, di titik ketiga, yaitu rumah makan Sate Cibungur Hj Yetty, pihaknya secara umum menilai jika rumah makan ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Di mana para pengunjung wajib pakai masker dan dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Kemudian, lanjutnya, tersedia tempat cuci tangan, dan telah memasang tanda jaga jarak di meja makan para pengunjung.

“Kami mengapresiasi pengelola rumah makan Sate Cibungur Hj Yetty yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Bahkan secara berkala melalui pengeras suara ada imbauan kepada pengunjung untuk menerapkan 3M,” kata Naim.

Meski begitu, ada satu catatan yang menjadi masukan untuk pengelola dan itu sudah disampaikan. “Catatannya adalah agar menggunakan tusuk gigi satuan yang terbungkus. Jadi tusuk giginya nggak tergabung dalam satu wadah seperti ini karena rawan terkontaminasi,” ucapnya.(add/man)