Hasil Webinar Parenting, Dewan Pendidikan Purwakarta Lapor ke Bupati

AUDIENSI: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengapresiasi pelaksanaan Webinar Parenting yang dilaksanakan Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Purwakarta beraudiensi dengan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika atau akrab disapa Ambu Anne pada akhir pekan kemarin.

Audiensi ini dalam rangka pelaporan hasil kegiatan Webinar Parenting dengan tema ‘Parenting: Menjadi Orang Tua Kreatif untuk Anak Usia Dini selama Masa Pandemi Covid-19’.

Ketua Dewan Pendidikan Agus Marzuki menyebutkan, pihaknya telah menyelenggarakan webinar untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak dua sesi, dan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak tiga sesi.

“Kegiatan webinar parenting yang diselenggarakan mendapatkan respons positif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta dan orang tua siswa jenjang PAUD, SD dan SMP. Hal tersebut sudah kami sampaikan kepada Ambu Anne,” kata Agus saat dihubungi melalui gawainya, Ahad (12/9).

Kemudian, pihaknya juga menyampaikan terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) agar ada skala prioritas bagi para peserta didik untuk divaksin. “Selain itu juga, kami menyampaikan masukan dari rekan-rekan pendidik agar adanya rotasi. Artinya ada zonasi bagi para guru, sehingga bisa mengembangkan daerahnya sendiri,” ujarnya.

Adapun dari hasil audiensi tersebut, lanjutnya, Ambu Anne merespons positif kegiatan Webinar Parenting dan menyampaikan terima kasihnya kepada Dewan Pendidikan. “Beliau mengatakan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua jangan “loss” menyerahkan begitu saja urusan pendidikan anak pada sekolah,” ucap Agus.

Di samping itu, kata Agus, Ambu Anne juga setuju dengan konsep “Merdeka Belajar” yang diusung Menteri Pendidikan. Di mana stressing dari hasil belajar itu bukan hanya tentang ‘nilai pelajaran’ yang didapat siswa, namun harus lebih ditekankan pada ‘pendidikan karakter. Dimana dalam hal ini, pendidikan karakter diawali dari pendidikan di rumah.

BACA JUGA:  Sasaran Nonfisik TMMD, Babinsa Ajak Siswa SD Latihan PBB

“Saat itu Ambu mencontohkan, untuk melanjutkan pendidikan ke Akpol, tidak hanya ditekankan pada kepandaian akademis (kognitif), hanya menyangkut tentang fisik, integritas. Tetapi ada juga hal yang  menyangkut kebutuhan masyarakat tentang membentuk mental kepribadian masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Di mana, salah satunya tahfiz Alquran,” kata Agus.

Ambu juga, lanjut dia, meminta Wandik menyosialisasikan kepada orang tua, guru dan stake holder pendidikan agar mindset tentang tujuan pendidikan bukan hanya fokus pada kecerdasan kogintif semata. Melainkan, lebih kepada pendidikan karakter.

“Kami menyambut baik harapan Ambu, dan berjanji akan melakukan sosialisasi kepada orang tua terkait hal tersebut. Ini bersamaan dengan kegiatan monitoring pelaksanaan PT terbatas gelombang 1, pada pekan ini,” ucapnya.(add/ysp)