Hendak Wisata, 60 Kendaraan di Purwakarta Putar Balik

PURWAKARTA-Dalam rangka mengantisipasi arus balik Idulfitri 1441 Hijriah, Polres Purwakarta dilakukan penyekatan di ruas tol yang masuk ke dalam wilayahnya.

Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan melalui Kasat lantas, AKP Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, untuk teknis penyekatan tetap sama seperti saat penyekatan arus mudik. Yakni, dengan melakukan pemeriksaan kendaraan dan surat sehat terhadap pengendara dan penumpangnya.

“Sekarang penyekatan khusus terhadap mereka yang balik ke Jakarta atau melintasi Jakarta. Namun untuk kendaraan barang normal seperti biasa,” kata pria yang akrab disapa Bowo ini, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Bowo mengungkapkan, jika mau kembali ke Jakarta, pemudik wajib menunjukkan bukti Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menyatakan masyarakat yang tak memiliki SIKM akan diminta untuk kembali dan dilarang masuk wilayah Jakarta.

“Bila masyarakat yang punya izin keluar masuk, kalau ada boleh masuk, kalau tidak putar balik. Tidak bisa ke Jakarta sebelum punya izin,” katanya.

Dijelaskannya, penyekatan di jalan tol dilakukan untuk membatasi keluar masuknya kendaraan pribadi dan angkutan penumpang ke wilayah Jakarta. Kecuali kendaraan dinas, petugas, ambulans, pemadam kebakaran, serta angkutan logistik.

“Untuk itu masyarakat yang akan kembali ke Jakarta diimbau mengurus SIKM terlebih dahulu agar perjalanannya lancar dan nyaman,“ kata Bowo.

Sementara itu, di H+1 Idulfitri, kunjungan wisatawan menuju Kabupaten Purwakarta mulai meningkat. Peningkatan pengunjung wisata terlihat di Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Wanayasa.

Wakapolres Purwakarta Kompol Ijang Safei mengatakan, berdasarkan pantauan di pos chek poin di Kecamatan Sukasari, tercatat ada 60 kendaraan yang diputar balik.

“Di H+1 Idulfitri ini ada 60 kendaraan yang hendak masuk ke objek wisata di Kecamatan Sukasari yang kami minta untuk putar balik. Yakni, terdiri dari 35 kendaraan roda dua dan 25 kendaraan roda empat,” kata Ijang, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/5).

Dijelaskannya, penyekatan dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, sambung Ijang, setiap Polsek juga melakukan Patroli Dialogis dalam Rangka Ops Aman Nusa II.

“Pelaksanaan Patroli Dialogis bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyaarakat, mengantisipasi kejahatan jalanan, mengantisipasi Curas, Curat & Curanmor (C3), juga mengantisipasi penyebaran wabah Virus Korona atau pandemi Covid-19,” ucapnya.(add/ysp)