Ilmu dan Takwa jadi Eksistensi Pemuda

PURWAKARTA-Paguyuban Pemuda Maniis (PPM) menetapkan AD/ART serta susunan pembina, pengawas dan pengurus PPM masa jihad 2020-2024. Selain itu PPM juga segera menggelar silaturahmi Bulan November 2020 yang rencananya bertempat di Desa Gunung Karung.

Ketiga hal tersebut merupakan hasil musyawarah Paguyuban Pemuda Maniis yang digelar pada 29 Oktober 2020 lalu. Adapun susunan pengurusnya adalah Ketua Umum H Amit Saepul Malik, Ketua Harian Rudy Muhamad Sidiq, Wakil Ketua Muhamad Solehudin, Sekretaris Rudi Setiawan, dan Bendahara Aidah.

“Paguyuban Pemuda Maniis ini bergerak di bidang keislaman, pendidikan dan lingkungan hidup,” ujar Ketua Umum PPM H Amit Saepul Malik saat ditemui di Purwakarta, Ahad (1/10).

Paguyuban ini, sambungnya, sudah berdiri selama 17 tahun atau tepatnya didirikan pada 19 Oktober 2003 lalu. “Alhamdulillah, masih eksis hingga saat ini. Adapun PPM memiliki sekretariat di Jl. Raya Palumbon, Kampung Cibanggala, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta,” kata Amit.

Paguyuban Pemuda Maniis Fokus di Keislaman, Pendidikan dan Lingkungan Hidup

Disebutkannya, menurut Imam Syafei eksistensi pemuda itu ada dua yaitu ilmu dan ketakwaan. “Anggota PPM ini ada yang sekarang menjadi guru, di pemerintahan desa, masih kuliah atau sekolah, ada yang menjadi sarjana pendamping, petani dan lainnya,” ujar Amit.

Maka dengan beragam keilmuan tersebut, kata Amit, PPM ini ingin menunjukkan eksistensinya. “Kita bergerak di berbagai kegiatan-kegiatan keilmuan. Kita undang dan hadirkan berbagai tokoh Purwakarta bahkan nasional. Mari berembug dan berdiskusi demi kemajuan Maniis,” ucapnya.

Misalnya, lanjut Amit, bagaimana kita kembangkan tujuan wisata di Maniis seperti Ujung Aspal. Juga mengembangkan budidaya kopi khas Maniis sebagai wirausaha sehingga turut menggerakkan perekonomian Maniis. “Ini lah tugas pemuda. Ini lah yang menjadi program PPM,” katanya.

Adapun dalam hal ketakwaan, ujar Amit, PPM konsen di bidang keislaman. “Mulai dari pengajian, mauludan, hingga mencegah aliran-aliran yang dapat menyesatkan di Kecamatan Maniis ini,” ujar Amit.

Kemudian, lanjut dia, di bidang pendidikan, di mana PPM harus dapat mendorong anak-anak di Kecamatan Maniis untuk dapat menyelesaikan pendidikannya. “Mulai dari memotivasi, mencarikan beasiswa, membuka kerjasama dengan pihak kampus, dan lain sebagainya.

Sementara di bidang lingkungan hidup, sambung Amit, PPM juga harus lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya. “Mulai dari lingkungan di rumah, masyarakat hingga lingkungan Kecamatan Maniis. Kita manfaatkan dan fasilitasi berbagai channeling yang kita miliki guna menjaga kelestarian lingkungan di Kecamatan Maniis,” ucapnya.(add/ysp)