Industri Musik Lokal Terkendala Perizinan

MUSISI: Sejumlah musisi Kabupaten Purwakarta saat menggelar pentas musik di Inspired Cafe dengan menghadirkan dua band ternama asal Purwakarta, yakni Arashel dan Revolution Colour, Jumat (1/3) malam. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Inspirasi Musik 2 sukses memuaskan dahaga penikmat musik di Purwakarta, Jumat (1/3) malam.

Betapa tidak, acara yang digelar di Inspired Cafe Jl. KK Singawinata Purwakarta ini mampu menghadirkan dua band ternama asal Purwakarta, yakni Arashel dan Revolution Colour.

Tak hanya itu, panggung kali ini juga dimeriahkan penampilan grup musik Rice Cereal and Almond Choco (RCAC) asal Bandung dan talkshow dengan narasumber penggerak musik Purwakarta Ali Novel.

Pertunjukan musik dibuka Arashel yang tampil dengan format semi akustik. Meski sederhana, penampilan mereka sore itu cukup memukau lewat dominasi vokal yang powerful dari sang vokalis. Terutama, saat mereka membawa lagu ciptaannya berjumlah “Bukan Tak Pahamimu”.

Penampilan yang tak kalah memukau diperagakan band selanjutnya, RCAC. Mereka tampil berbeda dengan hanya menggunakan satu vokalis yang merangkap sebagai pemain biola. Formasi lengkap RCAC sendiri sebenarnya memiliki dua vokalis perempuan.

Meski begitu, aksi panggung mereka tetap energik dan ceria, mampu menarik perhatian para penonton di dalam cafe tersebut. Seperti saat membawakan lagu-lagu ciptaannya berjudul “Song of The Wind” dan “Imaginarium”. Di tengah acara, sang vokalis Sasha juga membagikan CD album perdana yang belum resmi diluncurkan.

“Lagu-lagu kami sudah bisa didengarkan di kanal-kanal musik digital mulai hari ini. Tapi untuk acara ini spesial karena CD kami belum resmi diluncurkan,” kata Sasha.

Band beraliran Reggae Revolution Colour tampil apik sebagai sajian penutup yang sempurna. Kehadiran band tersebut turut menarik penggemar musik reggae lokal. Mereka bernyanyi dan bergoyang bersama di depan panggung musik yang sederhana hingga acara berakhir sekitar pukul 19.00.

Di sesi Talk Show, Ali Novel menyebutkan, tak kurang dari 10 tahun kreativitas musisi di Purwakarta belum terakomodasi maksimal.

Berbagai upaya, kata Ali, sebenarnya telah dilakukan sejumlah pihak untuk menggairahkan industri musik lokal. “Tapi selama ini masih sering terkendala perizinan dan dukungan lainnya dari pemerintah,” ujarnya.

Kondisi tersebut dirasakan para musisi dan penggerak musik hingga nyaris tak ada kegiatan yang konsisten dilakukan selama hampir 10 tahun terakhir.

Ali merasa kebijakan pemerintah selama ini belum memihak apalagi memudahkan para musisi untuk berkreasi. “Banyak syarat yang harus dilalui,” katanya.

Karena itu, fasilitas umum seperti panggung pertunjukan terbuka di dekat Situ Buleud atau tempat lain yang dikelola pemerintah daerahnya menjadi kurang termanfaatkan. Pertunjukan musik yang menampilkan musisi lokal akhirnya hanya terakomodasi beberapa kedai kopi dan restoran.

Bupati Purwakarta yang baru diharapkan bisa memberi ruang yang lebih leluasa. “Acara-acara musik yang diselenggarakan secara rutin bisa menjadi daya tarik wisatawan. Apalagi pemerintah punya target kunjungan empat juta wisatawan tahun ini,” ucapnya.(add/dan)