Ipda Tini Yutini: Teladani Semangat RA Kartini

Perwira Urusan Humas Polres Purwakarta Ipda Tini Yutini.

PURWAKARTA-Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2020 dijadikan momentum oleh Paur Humas Polres Purwakarta, Ipda Tini Yutini untuk mengajak masyarakat meneladani semangat perjuangan yang diwariskan oleh Raden Ajeng (RA) Kartini.

Menurutnya, perempuan hari ini harus mencontoh semangat Kartini, meski terhalang adanya imbauan tinggal di rumah saja. “Hari ini kita harus tinggal di rumah karena Covid-19. Kita dapat mencontoh semangat Kartini meski harus berada di rumah,” ujar Tini, saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Rabu (22/4).

Hari Kartini ini tak sekadar untuk diperingati, untuk itu, Tini mengajak perempuan Purwakarta untuk saling berbagi dan dengan semangat kebersamaan ikut menangani krisis akibat pandemi Covid-19.

“Momentum Hari Kartini di tahun 2020 ini sangat berbeda, kita bisa mencontoh semangat RA Kartini dengan berbagi kasih dan peduli sesama,” ucapnya.

Tini menyebutkan, banyak hal yang bisa dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19. Mulai dari berbagi sembako kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat supaya terhindar dari Virus Korona, dan lainnya.

“Kepedulian yang dimiliki RA Kartini tentu begitu dirasakan bagi kaum perempuan di kala itu. Sifat ini menjadi salah satu yang bisa diterapkan selama pandemi Covid-19 ini. Seperti membantu keluarga yang kesusahan secara ekonomi akibat Virus Korona atau berbagi makanan kepada orang-orang yang membutuhkan,” katanya.

Di masa pandemi seperti saat ini, lanjut Tini, sungguh peran kaum perempuan di Indonesia sangat dibutuhkan.

Pasalnya, kata dia, kini seluuh aktivitas di pusatkan di rumah. Seperti imbauan dari pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga, pemerintah meminta kepada warganya untuk melakukan aktivitas di rumah saja. Misalnya belajar di rumah, beribadah di rumah, dan bekerja di rumah.

“Kondisi ini menjadi momentum kaum perempuan (ibu rumah tangga) untuk mengambil peran penting, khususnya dalam mendidik anak selama pandemi Covid-19. Karna selama pendemi ini, maka rumah telah berubah menjadi sekolah bagi anak,” ucap Tini.(add/vry)