Jembatan Ma Uwo Desa Cijunti Amblas, Warga Minta Segera Diperbaiki

JEMBATAN AMBLAS: Pengguna jalan roda dua dan empat, harus ekstra hati-hati, saat melintas di Jembatan Ma Uwo. Jembatan itu akses penguhung dua Kabupaten Purwakarta dan Subang via Pabuaran. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA – Belum genap satu tahun, jalan beton dan tembok penahan tanah (TPT) jembatan Ma’Uwo yang berlokasi di Desa Cijunti Kecamatan Campaka Purwakarta Ambrol dan mangkrak tak kunjung diperbaiki.

Pekerjaan yang bersumber dari dana APBD 2017 senilai 12 Miliar rupiah, ini diduga hancur karena labilnya tanah dilokasi yang berdampingan langsung dengan aliran sungai.

Padahal, Jembatan ini dinilai penting keberadaanya karena dijadikan jalur penghubung antar kedua kabupaten yaitu Subang dan Purwakarta.

Selain dapat mempercepat jarak waktu tempuh, jembatan ini juga digunakan warga sebagai jalur perekonomian khususnya sektor pertanian.

Memiliki panjang kurang lebih 50 meter Lebar kurang lebih 7 meter, terpantau sejumlah warga mengawasi kendaraan roda dua dan roda empat unit kecil yang hendak melintas ekstra hati-hati.

Pasalnya selain TPT yang sudah ambrol, hampir 100 % jalan cor/beton dan besi penyambung ke jembatan amblas hingga bawah jembatan.

“Ya sengaja kami mengawasi, khawatir tiba-tiba jalan kembali amblas. Apalagi, jalan yang kini dilalui hanya disangga bambu dan karung berisi tanah, ” ungkap Abah salah satu warga sekitar dilokasi.

Jembatan yang tepatnya berada di Desa Cijunti Dusun Babeh Toha RT 06 RW 02, Kecamatan Cempaka, diharapkan warga untuk segera diperbaiki. Sebab, sejak ambrol hanya ada satu unit alat berat dilokasi, tanpa ada satupun pekerja memperbaiki jalan tersebut.

“Anehnya kenapa gak diperbaiki segera, padahal jembatan ini sangat dibutuhkan warga,” lanjut Abah.

Sementara itu Kepala Desa Cijunti Kecamatan Cempaka H. Toha kepada awak media mengatakan, adanya jembatan Emak Uwo sangat dibutuhkan masyarakat sejak lama. Sebagai jalur tercepat warga memasuki wilayah kabupaten Subang via Pabuaran.

“Jembatan ini ambrol diduga karena labilnya tanah, sehingga kontruksi Jalan dan jembatanpun berubah,” ujar Toha.

BACA JUGA:  Lingkar Cagak Kapan Dibangun ?

Dijelaskan Toha, Jembatan Emak Uwo dibangun pada tahun 2017 dan didanai dari APBD Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Namun karena faktor kebutuhan, warga akhirnya berinisiatif memupuk bahu jalan, dengan tanah dan material seadanya, agar dapat dilintasi kendaraan kecil.

“Saya mendesak kepada Pemkab Purwakarta agar mempercepat perbaikan jembatan Emak Uwo ini, karena selain kondisinya membahayakan juga sangat penting buat mobilitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(mas/dan)