Kabupaten Purwakarta Waspada Angin Kencang, Banjir, dan Longsor

KESIAPSIAGAAN: Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan di Jawa Barat.

PURWAKARTA-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono menyebutkan, potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi di antaranya angin kencang, banjir, dan longsor. Di mana sebagian wilayah Kabupaten Purwakarta dipetakan sebagai daerah rawan bencana tersebut.

“Sesuai arahan dari provinsi dan Ibu Bupati Purwakarta, maka kami siap mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar pria yang akrab disapa Wibi, Rabu (11/11).

Karena itu, sambungnya, peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana harus ditingkatkan. Sehingga, ketika terjadi bencana semua pihak bisa dengan cepat merespons dan menanggulanginya.

“Kami beserta seluruh stakeholder dan relawan siap selama 24 jam apabila suatu saat diperlukan. Kami siap membatu dan memberikan yang terbaik  bagi masyarakat Purwakarta dalam hal penanggulangan bencana,” ucapnya.

Wibi juga mengingatkan seluruh warga Purwakarta agar senantiasa mengenali lingkungan di sekitar termasuk potensi yang mengakibatkan bencana atau tidak.

“Kami juga memperkuat kesiapasiagaan menghadapi bencana, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana. Jika terjadi bencana segera lapor ke RT, RW maupun Desa, sehingga kerugian tidak akan terlalu besar jika kita sigap,” kata Wibi.

Diakui Wibi, pihaknya juga sudah memetakan wilayah rawan pergerakan tanah yang masuk dalam tiga zona. Ketiganya yaitu hijau (kerentanan gerakan tanah rendah), kuning (kerentanan gerakan tanah sedang) dan zona merah (kerentanan gerakan tanah tinggi).

“Yang paling kami waspadai adalah zona merah dan kuning,” kata dia.

Wibi menyebut untuk wilayah zona merah tersebar di sejumlah desa di 13 dari 17 kecamatan yang ada. Yakni Kecamatan Cibatu, Darangdan, Jatiluhur, Kiarapedes, Wanayasa, dan Pondoksalam.

Kemudian, lanjutnya, Pasawahan, Sukasari, Sukatani, Maniis, Tegalwaru, Plered dan Kecamatan Purwakarta kota.

Sementara wilayah masuk dalam zona kuning berada di dua kecamatan, Babakan Cikao dan Bojong. “Kalau kategori sedang-rendah di Kecamatan Campaka dan Bungursari,” ujar Wibi.

Dirinya menyebut, jika melihat peta seluruh wilayah berpotensi longsor pada musim penghujan ini. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada ketika turun hujan, apalagi jika intensitasnya tinggi.

“Kami telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak terkait. Di antaranya menyiagakan pasukan gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, dan Tagana. Termasuk relawan dari forum relawan penanggulangan bencana dan pramuka,” kata Wibi.

Selain pasukan, ia juga mengaku telah menyiagakan peralatan untuk penanggulangan bencana alam. Di antaranya perahu karet, alat selam, alat berat yang dibantu dari dinas teknis, dapur umum, termasuk tim dan peralatan kesehatan.

“Ini sebagai antisipasi, mudah-mudahan bencana alam tidak terjadi. Terpenting Kita harus jaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” ucapnya.(add/ysp)