Kelapa Wulung dan Cupat Merah, Alternatif Tangkal Korona

BERKHASIAT: Roby penjual kelapa wulung atau cupat merah di warung kelapanya di jalan Veteran Kelurahan Ciseureuh. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

Phobia atau ketakutan berlebih akan ganasnya virus korona, sejumlah warga berupaya mencari alternatif bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan sehat yang diyakini melalui medis menjadi salah satu penyebab tidak terinveksi.

Penjual kelapa wulung atau cupat merah diantaranya, kelapa khusus yang biasa digunakan dalam berbagai kegiatan ritual dan diyakini sebagai obat berbagai penyakit mulai diserbu warga.

“Kelapa ini pada zaman dahulu oleh orang tua biasa dipakai dalam berbagai acara ritual. Airnya digunakan untuk cuci pusaka dan bahkan biasa digunakan sesajen oleh leluhur pada aliran kepercayaan tertentu, karena dianggap memiliki magis tertentu.

Lalu hari ini, kelapa jenis ini diyakini mampu meningkatkan imun, kekebalan tubuh akan berbagai penyakit dan banyak lagi manfaatnya,” ungkap Roby penjual kelapa obat warga kelahiran Kota Palembang Sumatera (1/4).

Kelapa yang langka dan sulit dicari ini tumbuh diberbagai pelosok di Pulau Jawa. Namun tidak banyak warga yang tau jika kelapa ini mampu menangkal dan mengeluarkan toksin dan dipercaya sebagai obat anti oksidan.Diterangkan Roby, mampu meningkatkan kekebalan tubuh dengan baik jika di konsumsi secara teratur.

Selain memiliki keunikan pada warna cangkang dan serabut yang berwarna merah. Kelapa wulung atau cupat merah, juga memiliki rasa yang berbeda dari kebanyakan kelapa pada umumnya. “Ada yang memiliki rasa asin, manis seperti madu.

Kelapa ini juga bisa di jadikan obat bukan hanya pada daging kelapanya. Serabut kelapa ini bosa digodok yang dipercaya juga bisa mengobati banyak penyakit dalam, karena mampu mengeluarkan toksin dalam tubuh melalui air seni,” lanjutnya.

Kandungan vitamin C yang tinggi, kelapa wulung dan cupat merah ini juga diyakini mampu melawan dan mengusir bahan kimia dalam tubuh. “Kandungan kelapa ini vitamin C nya tinggi, bahan kimia dan racun dalam tubuh bisa di netralisir lalu terbawa sewktu buang air,” tutup Roby ditemui di warung kelapanya di jalan Veteran Kelurahan Ciseureuh.(mas/vry)