Kesadaran Masyarakat Ikut BPJS-TK Meningkat

SIMBOLIS. Ustad Endang Suryadi (kiri) yang juga merupakan Ketua RT setempat saat menerima secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Gerakan jemput bola berupa sosialisasi program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, hingga Jaminan Pensiun semakin gencar dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Purwakarta.

Khusus kepada para penyuluh keagamaan seperti ustad, ulama, guru ngaji, hingga pengurus DKM, BPJS-TK Purwakarta fokus menyosialisasikan dua program saja, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Sosial.

Gayung bersambut, masyarakat, khususnya para penyuluh keagamaan, semakin menyadari pentingny menjadi peserta BPJS-TK. Terlebih manfaatnya yang bisa mensejahterakan dirinya dan keluarganya.

Sabtu (6/4), bertempat di Majelis Taklim Al-Fata Jalan Warung Kandang Sukasirna RT 010/RW 003, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, BPJS-TK diundang untuk memberikan sosialisasi pada peringatan Isra Mi’raj 1440 H oleh majelis taklim tersebut.

Pihak BPJS-TK yang diwakili Account Representative Khusus (ARK) I Made Setyabudi menyebutkan, pihaknya mengapresiasi Majelis Taklim Al-Fata yang turut peduli terhadap kesejahteraan para ustad, ulama, guru ngaji, dan penyuluh keagamaan lainnya.

Dalam sosialisasinya, Budi panggilan akrabnya, menjelaskan BPJS-TK merupakan bentuk perhatian pemerintah RI bagi warga negaranya. “Termasuk bagi para ustad. Pasalnya, risiko bisa menimpa siapa saja. Karenanya harus ada yang menjamin demi kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.

Dengan mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, kata Budi, sudah cukup memberikan rasa nyaman saat bekerja. “Iurannya pun cukup dengan Rp10.800 per bulan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Al-Fata Ustad Asep Hidayat menyambut baik kedatangan BPJS-TK ke majelis taklimnya. “Alhamdulillah bisa memenuhi undangan kami,” ujarnya.

Aep berharap dengan mendengarkan langsung dari ahlinya, para ustad yang hadir bisa lebih memahami manfaat menjadi peserta BPJS-TK. “Kalau sudah paham kan lebih mudah diajaknya (menjadi peserta, red),” ucapnya.(add/man)

BACA JUGA:  Kejari Purwakarta Bantu BPJS Kesehatan Tagih Selisih Iuran Badan Usaha