Ketua MUI Purwakarta: Pandemi Bukan Alasan untuk Tidak Berkurban

MUI Purwakarta
Ketua MUI Purwakarta KH John Dien

PURWAKARTA-MUI Purwakarta meminta masyarakat untuk tidak menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk tidak melaksanakan Salat Ied dan berkurban pada Hari Raya Iduladha.

“Justru sebaliknya, momen berkurban merupakan salah satu cara untuk kita meminta ampunan dan perlindungan diri dari wabah yang hingga kini masih terjadi,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta KH John Dien saat ditemui di Purwakarta, Rabu (29/7).

Terlebih, sambungnya, orang tersebut mampu secara ekonomi. “Jadi jangan mengkambinghitamkan Covid-19 untuk tidak berkurban. Justru dengan berkurban salah satu cara kita mendekatkan diri kepada Allah. Dan pendekatan diri yang konkret itu salah satunya dengan berkurban,” kata Ketua MUI Purwakarta.

Baca Juga: Penyembelihan Hewan Kurban, Emil: Perhatikan Protokol Kesehatan

Meski begitu, dirinya juga mengingatkan, pada saat melaksanakan kurban harus memenuhi syarat dan wajib menerapkan protokol kesehatan. “Mulai dari hewannya, waktunya, panitianya, harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Begitu juga dengan pelaksanaanya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi, KH Jhon Dien juga meminta panitia kurban untuk menghindari kerumunan orang dan mengatur waktu pelaksanaan pempotongan hewan kurban. Sehingga, protokol kesehatan tetap dapat dilaksanakan dan pemotongan hewan kurban pun masih bisa dilakukan.

“Jika di suatu tempat atau masjid ternyata banyak hewan kurban yang harus dipotong, maka dapat diatur waktunya. Tidak usah sekaligus di potong hari itu juga. Karena sesuai ajaran, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan pada 10, 11,12 Dzulhijah. Jadi waktunya di urai saja, dan itu kurbannya tetap sah,” katanya.

Sementara terkait pelaksanaan Salat Ied, masyarakat diminta tidak memaksakan diri jika situasi dan kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 yang penyebarannya rentan terpapar akibat adanya kerumunan orang.

“Sama seperti salat pada Idulfitri lalu, Salat Iduladha juga dapat juga dilakukan di rumah. Tapi jika memungkinkan melaksanakan Salat Ied di masjid, tetap jaga jarak dan memakai masker,” ucapnya.(add/ysp)