Kunjungan Wisata Jatiluhur Diprediksi Meningkat

MENINGKAT: General Manager Divisi Pariwisata PJT II Jatiluhur Dindin Hendriana (kanan) didampingi perwakilan Humas PJT II Jatiluhur Susilo saat memberikan keterangan terkait peningkatan jumlah wisatawan. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Ribuan wisatawan dipastikan menyerbu destinasi wisata Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur di musim libur Natal dan tahun baru kali ini. Bahkan lonjakan wisatawan diprediksi naik hingga 40 persen dibandingkan hari biasanya, juga kenaikan jumlah pengunjung dari tahun lalu, bakal meningkat.

General Manager Divisi Pariwisata Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur Dindin Hendriana mengatakan, peningkatan wisatawan cukup signifikan, menjelang akhir tahun ini.

“Peningkatannya besar sampai empat kali lipat dibandingkan hari biasa. Kemarin itu ada sampai 700-800 wisatawan. Kebetulan pas momen minggu kemarin, kita juga mengadakan event,” ujar Dindin, saat ditemui di kantornya, Jumat (28/12).

Terkait pengamanan, anggota TNI Polri sudah disiagakan di sejumlah titik. Untuk tahun baru 2018 kemarin, setidaknya disiagakan 10 petugas di tiap-tiap pos pengamanan. Hari ini tidak jauh beda, hanya ada sedikit pengurangan jumlah personel pengamanan.

“Kami berterima kasih kepada TNI Polri yang selalu siaga. Ada atau tidak adanya perwakilan kami, mereka tetap menjaga kondusifitas,” kata Dindin.

Mengingat waduk Jatiluhur ini sebagai objek vital nasional (obvitnas), ada beberapa titik yang tidak boleh dimasuki wisatawan. Alasannya, untuk keselamatan dan keamanan lingkungan.

“Salah satunya titik bendungan tidak boleh dimasuki wisatawan. Di sana dijaga aparat TNI Polri,” ujar dia.

Kemudian untuk tiket biasanya naik di momen-momen libur seperti saat ini. Saat ini tiket masuk berlaku di harga Rp 25.000/orang. Khusus di tanggal 29 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 tiket masuk di harga Rp 32.000/orang. Karena ada even kerja sama produk yang kami laksanakan.

“Ada acara hiburan seperti Dangdut Panturaan yang dimeriahkan oleh grup Orkes Pallapa,” tutur dia.

Lebih lanjut, pihaknya memiliki harapan besar di tahun 2019 mendatang, terkait rencana pembangunan sektor wisata edukatif.

“Banyak destinasi wisata yang akan dibuat di 2019. Semuanya berbasis wisata edukatif. Saat ini masih dalam proses di PJT II pusat,” kata Dindin.

Beberapa tempat wisata edukatif berskala nasional yang sudah terkenal antara lain Taman Pintar, Planetarium, Jatim Park 2 Kidzania, Museum Purbakala Sangiran, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Museum Tubuh Bagong.

Purwakarta sendiri punya tempat wisata edukatif mulai Diorama Tatar Sunda dan Nusantara, Bale Indung Rahayu, Taman Cikao Park dan masih bangak lagi.

“Kami juga tak mau ketinggalan dengan menghadirkan sekaligus ingin mengembangkan sektor wisata edukatif di tahun depan,” ujar Dindin.

Diketahui, sektor pariwisata di Jatiluhur sendiri memberikan sumbangsih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Purwakarta.

“Ya ada sejumlah retribusi yang kami serahkan untuk pemerintah daerah setempat,” ucapnya.(add/dan)