Literasi Solusi dan Senjata Menangkal Hoax

Ketua Komunitas Lisangbihwa, Arum Handayani.

Cek Informasi Yang Masuk

SUBANG-Hoax atau berita bohong kerap ditemui di media sosial saat ini. Jika tidak bisa memilah informasi tersebut, bisa-bisa kita terpengaruh informasi bohong tersebut.

Agar masyarakat tidak terkena pengaruh berita hoax, ada salah satu cara untuk mengatasinya. Ya, solusinya dengan literasi. Ketua Komunitas Lisangbihwa, Arum Handayani mengatakan, dengan literasi seseorang dapat membedakan mana berita bohong maupun berita yang benar.

“Senjata untuk menangkal hoax itu ya literasi,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Guru SMPN 3 Subang itu mengatakan, dengan literasi masyarakat akan mengetahui bagaimana mengakses informasi dan menindaklanjuti informasi tersebut. Sederhananya tidak asal mengakses dan menyebarkan informasi begitu saja.

“Kita harus mengecek dulu informasi tersebut, fakta atau bukan. Buktikan kebenaran informasi itu,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini informasi yang lagi hangat mengenai Corona. Orang literasi tidak perlu panik dengan banyaknya informasi tersebut. Tapi orang literasi lebih kepada bagaimana menyikapi informasi tersebut, apalagi adanya informasi hoax.

“Karena dia banyak membaca dan paham, tidak perlu panik mengenai informasi Corona. Tapi mereka tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona itu,” katanya.

Arum menuturkan, saat ini siswa sudah akrab dengan media sosial. Sebagai guru ia sering menghimbau siswanya untuk teliti ketika mendapat informasi dan jangan langsung menyampaikan.

“Sekarang guru-guru juga harus pandai menyampaikan kepada siswa untuk melakukan literasi digital agar tidak terkena hoax,” pungkasnya.(ysp/vry)