Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Proyek KCIC Tunnel 4

TINJAU TUNNEL: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau langsung Tunnel 4 Proyek KCIC, di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku bakal terus berkonsentrasi memantau aktivitas pengerjaan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Kami tetap konsentrasi untuk menyelesaikan proyek ini agar akhir 2021 nanti sudah bisa beroperasi,” kata Budi Karya Sumadi saat meninjau Proyek KCIC Tunnel 4 di Kampung Malangnengah, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Ahad (23/2).

Diketahui, Budi Karya Sumadi datang ke Proyek KCIC Tunnel 4 dengan menaiki helikopter bersama dengan Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC), Chandra Dwiputra.
Menteri Perhubungan ini juga mengaku sangat bersemangat meninjau ke terowongan tersebut, guna melihat para pekerja yang ada di lapangan. Baik tenaga kerja dari Cina maupun pribumi yang ikut terlibat.

Menteri berkacamata ini juga berpesan kepada pihak KCIC terkait beberapa poin. Di antaranya, meminta PT KCIC untuk tepat waktu dalam pengerjaannya. Kemudian, mesti adanya ahli teknologi dalam setiap pekerjaan proyek KCIC.

Selain itu, Budi Karya Sumadi mengingatkan untuk menjaga hubungan baik dengan warga sekitar, serta bekerja secara tim harus dilakukan. “Pesan ini harus dipahami dan diingat terus,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra siap menjalankan pesan yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Kami siap memperhatikan poin-poin yang disampaikan Pak Menteri,” katanya.

Disinggung mengenai pengaruh Virus Corona yang mewabah di Wuhan Cina terhadap Proyek KCIC, Chandra menyebutkan, masalah Virus Corona ini tak terlalu menggangu kinerja pengerjaan proyek nasional tersebut.

Pasalnya, kata dia, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, dan menggunakan tenaga lokal. “Nggak terlalu mengganggu kok. Karena kami selesaikan dengan berkoordinasi dan substitusi tenaga lokal,” ujarnya.(add/vry)