Menyesap Kopi di Alam Terbuka Sambil Wisata Keluarga

KOPI KHAS: Pengunjung saat mengantre dan menikmati seduhan kopi khas Pusakamulya di Pasir Langlang Panyawangan atau Ujung Aspal, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Hasil Produksi Petani Lokal Desa Pusakamulya

Menyesap kopi kini sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Tak hanya identik dengan orang dewasa, kebiasaan minum kopi bahkan dilakukan para remaja, baik pria maupun wanita. Terlebih, kemunculan kedai kopi di berbagai wilayah, baik perkotaan maupun pinggiran semakin menguatkan budaya minum kopi.

ADAM SUMARTO, Purwakarta

Positifnya, semakin banyak yang melek akan kualitas kopi asli Indonesia. Tak sedikit pula yang memahami single origin merujuk pada daerah asal kopi tersebut ditanam. Bagi penggila kopi, akan sangat memahami perbedaan rasa, aroma, ketebalan, bodi hingga after taste kopi single origin. Beda asal, pasti beda rasa, ada khas atau kekhususannya.

Kekhususan itu pula yang ditawarkan para pegiat kopi di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Salah satunya seperti yang ditunjukkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Pusaka. Lembaga ini berkerja sama dengan para petani setempat memasarkan kopi khas Desa Pusakamulya.

Sekretaris LMDH Giri Pusaka, Kuswara mengatakan, ada banyak pegiat kopi di desanya yang mayoritas dari kalangan anak muda. “Ini sangat potensial. Kreativitas anak muda selalu dinamis. Selain membuka peluang bisnis juga meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Desa Pusakamulya,” kata Kuswara kepada Pasundan Ekspres saat ditemui di Desa Pusakamulya, belum lama ini.

Kopi dari petani diolah dengan berbagai metode kemudian dikemas secara apik dan dipasarkan. Baik secara online maupun langsung kepada pelanggan. Ada beberapa merek yang cukup dikenal, di antaranya Kopi Barong Motekar, Kopi Mang Enjang, Kopi Nukarta, Kopi Beng Sutra, Kopi KS dan Kopi Sunda Purwa.

“Meski beda merek dan proses pengolahan, namun tetap saja kopinya merupakan hasil produksi petani lokal Desa Pusakamulya,” ujar Kuswara yang juga pemilik merek Kopi Barong Motekar ini.

Yang istimewa, kopi Pusakamulya akan terasa sangat pas apabila dinikmati di alam terbuka, yakni di Pasir Langlang Panyawangan alias Ujung Aspal yang juga berlokasi di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Ujung Aspal telah lama dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan keasrian dan keindahan hutan pinus plus udara yang sangat menyegarkan. Bayangkan saja nikmatnya menyesap kopi beralaskan tikar dengan pemandangan hutan pinus dan udara yang segar.

“Kami memperkenalkan produk kopi khas yang merupakan karya anak muda Desa Pusakamulya. Terlebih di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini destinasi wisata alam Ujung Aspal sudah kembali dibuka,” kata Kuswara.

Untuk menjajakan kopi khas Pusakamulya, Kuswara memanfaatkan fasilitas Mobil Maskara. Adapun seduhan kopi Pusakamulya bisa dinikmati setiap akhir pekan. “Kami hadir setiap Sabtu dan Minggu,” ucapnya.(*/vry)