Misteri Tulang Manusia Berserakan Belum Terkuak, Ditemukan di Hutan Lindung Kiarapedes

MASIH MISTERI: Tulang belulang dan tengkorak manusia yang ditemukan di hutan lindung Kecamatan Kiarapedes hingga saat ini indentitas dan penyebab kematiannya masih menjadi misteri. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Tulang belulang manusia ditemukan berserakan di wilayah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau hutan lindung Kiarapedes. Persisnya, di wilayah Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Pusaka, Asep mengungkapkan, tulang belulang manusia yang identitasnya masih misterius ini pertama ditemukan oleh empat orang pencari burung.

Keempat pencari burung asal Kecamatan Bojong ini mengaku menemukan tulang belulang manusia pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Mereka menemukan tulang belulang yang sudah berserakan sekitar 10 meter dari jasad besar yang juga terdapat tengkorak dan tangan juga kaki kirinya,” kata Asep saat dihubungi, Ahad (6/9).

Keempat pencari burung itu pun, sambungnya, kemudian turun untuk memberitahukan ke pos penjagaan tiket wisata Ujung Aspal juga ke Polsek Kiarapedes.

“Pada pukul 10.00 WIB kami langsung melakukan evakuasi bersama Polhut, Polsek, KRPH, LMDH, hingga Tim Inafis Polres Purwakarta. Jalannya cukup terjal sekitar 2 kilometer dari wisata Ujung Aspal. Saya juga tadi ikut membantu mengevakuasi,” ucapnya.

Saat ini, jasad dan tulang belulang itu pun telah dibawa Tim Inafis Polres Purwakarta. Hingga saat ini pun belum ada keterangan dari aparat kepolisian terkait penemuan tulang belulang dan tengkorak manusia tersebut.

1. Sabtu (5/9), empat orang pemburu dari Kecamatan Bojong hendak mencari burung di kawasan BKSDA atau Hutan Lindung, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

2. Tepat di wilayah Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, sekitar pukul 15.00 WIB, keempatnya dikagetkan dengan penemuan tulang belulang manusia yang berserakan.

3. Radius penemuan tulang belulang dari jasad utama dan tengkoraknya sekitar 10 meter persegi.

4. Keempatnya langsung melapor ke Pos Penjagaan Tiket dan Polsek Kiarapedes.

5. Ahad (6/9), sekitar pukul 10.00 WIB, Polsek Kiarapedes dibantu LMDH, Polhut, KRPH, dan Tim Inafis Polres Purwakarta mengevakuasi tulang belulang itu.

6. Hingga saat ini belum diketahui identitas mayat tersebut. (add/ysp)