Nikmatnya Kopi Antik di Mr Maranggi

KOPI ANTIK: Owner Mr Maranggi dan pemilik merk Kopi Antik Asep Gunawan, saat meracik kopi yang terkenal nikmat dan aroma rasa yang berbeda. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Minum kopi kini sudah menjadi gaya hidup. Kedai kopi yang menyajikan seduhan kopi berkualitas pun semakin mudah ditemui. Bahkan tak jarang yang menghadirkan single origin, atau kopi khas dari satu daerah yang memiliki karakteristik khas.

Satu dari sekian banyak tempat yang menghadirkan kopi jenis origin adalah Mr Maranggi, yang berlokasi di bilangan Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Owner Mr Maranggi dan pemilik merk Kopi Antik Asep Gunawan mengatakan, Kopi Antik menawarkan empat macam kopi sesuai daerah asalnya.

“Keempatnya adalah Kopi Garut, Puntang, Ciwidey, dan Wangunjava. Untuk Garut, Puntang, Ciwidey terdiri dari jenis Arabika dan Robusta. Sedangkan Wangunjava hanya Arabika saja,” kata calon doktor yang akrab disapa Asgun ini, saat ditemui di Mr Maranggi, Selasa (14/1).

Yang paling khas sebenarnya Kopi Wangunjava, hanya saja, kata Asgun, produksinya masih sedikit. Sehingga untuk memenuhi stok, dirinya memasok dari tiga daerah itu.

“Wangunjava berasal dari perkebunan kopi milik pribadi di wilayah Cikalong. Masih kecil-kecilan, produksinya masih terbatas. Namun Alhamdulillah bisa membantu petani kopi di daerah tersebut,” ujar Asgun.

Pasundan Ekspres pun, berkesempatan mencicipi kenikmatan Kopi Wangunjava. Saat dihirup aroma kuat khas kopi Arabika sangat dominan. Ketika disesap rasa masamnya (acidity) medium, ketebalan body nya pun ringan, dan after taste-nya terasa jejak citrus atau jeruk. Pas dinikmati meski tanpa gula.

Yang unik, Kopi Antik menyediakan kopi sachet. Ada jenis kopi tubruk Arabika, Robusta maupun blend atau campuran keduanya.

Kemasan sachet lainnya pun sangat unik, yakni kopi saring. Di mana bubuk kopi dikemas dalam saringan khusus, mirip teh celup, yakni kopi bubuk terdapat di dalam saringan.

BACA JUGA:  Serapan APBD 2019 Capai 90,92 persen

Meski mirip teh celup, namun cara penyajiannya jauh berbeda. Pertama adalah gunting bagian atas saringan kopi. Kemudian tarik kertas yang ada di bagian sisi saringan, hingga menyerupai kuping dan dikaitkan di mulut gelas. Bagian atas yang tergunting kini dalam posisi terbuka. Baru tuangkan air panas hingga ekstrak kopi menetes dari bagian bawah saringan.

Kopi saring ini, sangat cocok bagi pecinta kopi yang memiliki kesibukan, sehingga tak sempat datang ke kedai kopi.

Selain kemasan sachet, Kopi Antik juga tersedia dalam kemasan 250 gram, yang banderol Rp 80.000u untuk jenis Arabika dan Rp 60.000 untuk jenis Robusta.(add/dan)