Objek Wisata di Purwakarta Mulai Dibuka Kembali

Wisata di purwakarta
BUKA KEMBALI: Angin segar new normal, pengusaha mulai membuka wisata kembali. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Menjelang new normal, pemerintah pusat maupun daerah mulai mempersiapkan masyarakat untuk bersiap kembali beraktifitas secara normal. Khususnya dalam pemulihan ekonomi seperti objek wisata di Purwakarta, dan bisnis hiburan.

Sulaeman Rusly, pemilik Air Saung Gawir yang berlokasi di Kecamatan Wanayasa misalnya. Dirinya kini mulai membuka usaha Wisata di Purwakarta miliknya, dengan pertimbangan banyak karyawan yang direkrut dari lingkungan untuk kembali bekerja dan berpenghasilan.

“Targetnya adalah bagaimana pemberdayaan masyarakat agar kembali berpenghasilan. Kemudian adalah iklim bisnis yang harus segera bangkit usai fakum beberapa bulan ke belakang di masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Baca Juga: Pembukaan Sektor Pariwisata, Kedisiplinan Masyarakat Jadi Acuan

Sebagai pengusaha, Sulaeman pada tahun 2014-2019 yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD dari Fraksi Golkar berharap, perhatian pemerintah bukan melulu pada warga terdampak dengan bantuan tunai maupun non tunai saja.

Tidak menjadi beban pemerintah

Perhatian pada perkembangan bisnis dan usaha baik kiranya mulai juga menjadi perhatian, dengan asumsi masyarakat kembali berpenghasilan dan tidak menjadi beban pemerintah terus-terusan.

“Berjalannya usaha atau bisnis, di antaranya bisnis wisata kan juga melibatkan banyak orang. Nah disini kemudian masyarakat juga memiliki penghasilan kan,” ungkapnya.

Selain bisnis swasta baik pabrik, wisata, hiburan dan restoran, menurutnya merupakan penunjang kemandirian warga. Dengan begitu warga akan berjuang dan hidup dengan sendirinya.

“Warga juga jenuh jika harus terus-terusan mengurung diri, mereka butuh hiburan usai paranoid menghadapi pandemi Corona. Asal mengikuti standar kesehatan, kami kira bisnis di atas sudah tidak lagi harus dibatasi apalagi harus terus-terusan tutup yang dampaknya akan merugikan dan menjadi beban negara,” tutupnya.(mas/ysp)