Panen Minim Petani Merugi, Bulir Padi Lebih Kecil

PANEN: Petani Desa Gandasoli Endang ketika memanen padinya yang hasilnya minim, karena bulir padinya lebih kecil akibat musim kemarau. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sejumlah Petani di Kecamatan Plered yang areal sawahnya dapat terselamatkan akibat dampak kemarau ekstrim, dalam sepekan terakhir ini mulai masuki masa panen. Beberapa areal pesawahan yang tampak bulir bulir padinya siap dipangkas, terdapat di beberapa desa. Seperti sebagian wilayah pesawahan Desa Rawasari Gandasoli, Ganda Mekar dan sebagian Desa Sempur. Semuanya masuk dalam wilayah Kecamatan Plered.

Meski begitu, suasana masa panen saat ini terlihat kurang semarak. Hal tersebut menyusul minimnya bulir padi yang bisa dipanen, akibat sawah kurang pasokan kadar air. Kondisi ini membuat sejumlah petani was was dan mulai meragukan modal pupuk dan upah kerjanya bisa kembali.

Petani penggarap Endang tampak sedang memanen sawahnya diblok alur Desa Gandasoli. Endang terlihat sibuk, sesekali dia tampak menyeka peluhnya yang mengkilat, disinari panasnya mentari siang kemarin.

Di sawah seluas 2.700 m2, disaat normal dia mengaku biasa memanen 7-8 kwintal gabah kering giling. Kali ini, Endang mengaku ragu. “Kalau saat musim penghujan, saya dapat hasil panen sekitar 8 kwintal dari sawah seluas ini. Kalau sekarang banternya paling maksimal 5 kwintal,” terang Endang mulai berhitung dan mengaku bakal merugi.

Hal serupa juga diutarakan sejumlah petani di Desa Rawasari, Adun. Meski diareal ini, ada yang cukup luas sedang dipangkas. Adun mengaku agak pesimis dengan hasil panen di musim ini.
“Kembali modal saja kita sudah untung. Coba lihat bulir-bulir padi yang nempel ditangkai agak tipis. Itu tanda kita bakal memanen bulir padi yang minim,” keluh Adun.

Tak hanya hasil panen yang bakal anjlok, musim tanam mindo pun menurutnya diprediksi bakal mulur. Pasalnya, pasca panen dipastikan hujan yang menjadi tumpuan petani di Plered bakal mulur pula.

“Kita sih berharap memasuki Agustus sudah mulai turun hujan. Tapi kalau mellihat gelagatnya, rasanya bisa jauh lagi. Itu pertanda musim tanam juga bakal mundur dari jadwal,” pungkas Adun.

Baik Endang dan Adun, informasi dari ketua kelompoknya akan menerima bantuan selang dan pompa dari Dinas Pertanian disambut baik. “Kalau dalam kondisi darurat mah, sikap tanggap dari pemerintah itu sangat kami hargai. Hanya saja, meskipun selang dan pompa air sudah ada, titik air sebagai pemasoknya kini juga langka,” imbuhnya.(dyt/vry)