Pemerintah Desa Pasir Munjul Khawatir Terjadi Longsor

Desa Pasir Munjul
RAWAN LONGSOR. Sekertaris Desa Pasirmunjul Kecamatan Sukatani Dadan Supriatna saat menunjukkan kondisi tebing di wilayahnya yang rawan longsor apabila diguyur hujan deras. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Akibat Hujan dengan Intensitas Tinggi

PURWAKARTA-Hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Purwakarta sejak beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran di beberapa wilayah di Purwakarta.

Satu di antaranya disampaikan Pemerintah Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, yang merasa khawatir akan potensi ambrolnya tebing setinggi 100 meter yang berada di wilayahnya itu. “Kami khawatir longsor bisa terjadi lagi,” ujar Sekertaris Desa Pasir Munjul Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Dadan Supriatna saat dihubungi, Selasa (18/8).

Dadan menyebutkan, hampir setiap musim hujan tanah di tebing tersebut ambrol dan mengancam bahkan memutus akses jalan penghubung antarkampung. Yakni akses ke permukiman warga baik yang berada di atas maupun di bawah tebing.

Baca Juga: Jalan Sempit Rawan Longsor, Jalur Cirangkong Minim PJU

“Terakhir longsor terjadi awal Februari 2020 lalu. Di bagian bawah tebing ada delapan rumah, sementara di atas tebing lebih dari 100 rumah yang masuk ke dalam tiga RT,” kata Dadan.

Dirinya pun mengatakan jika wilayahnya itu merupakan daerah rawan pergerakan tanah. Bahkan, dalam peta wilayah desa masuk ke dalam zona merah. “Sekarang longsor belum terjadi. Penduduk yang berada di bawah tebing kita sudah minta untuk selalu waspada, terutama ketika turun hujan,” kata dia.(add/sep)