Pemuda Harus Kendalikan Pembangunan

AUDIENSI: Paguyuban Mojang Jajaka Purwakarta (PMJP) saat melakukan audiensi di Mantor Disporaparbud Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Tak Hanya Sekedar Penerima Manfaat

PURWAKARTA-Pemuda sejatinya tak sekadar berada di posisi sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan juga sebagai pengendali dan terlibat aktif di dalamnya.

Membangun generasi muda merupakan agenda strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh dan mampu berperan dalam pembangunan bangsa. Serta memanfaatkan peluang bonus demografi dan kemajuan teknologi digital di tengah pandemi Covid-19 maupun ancaman resesi ekonomi dunia.

Demikian disampaikan Kabid Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq, melalui Kepala Seksi Kepemimpinan dan Kepeloporan, Abi Jawahir usai menerima audiensi Paguyuban Mojang Jajaka Purwakarta di kantornya, Kamis (17/9).

Pembangunan kepemudaan, kata Abi, selayaknya menjadi “Avant Garde” atau garda terdepan dalam seluruh sektor pembangunan.

“Generasi muda yang usianya 16 hingga 30 tahun semestinya terlibat aktif atau dilibatkan dalam seluruh sektor pembangunan. Apakah itu olahraga, pariwisata, kebudayaan, perdagangan, ketenagakerjaan, perlindungan anak dan remaja, kesehatan dan sebagainya,” ujar Abi.

Pada usia itu, sambungnya, generasi muda sepantasnya ditempa dengan berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan atau life skill dan pendidikan karakter yang kuat. Sehingga, pada saatnya nanti mereka memimpin dan kapasitas dirinya sudah mumpuni.

Abi menambahkan, untuk menjangkau pelayanan kepemudaan tidak mungkin dilakukan satu atau dua institusi. Melainkan, perlu kolaborasi dan sinergitas nyata bukan sekadar di atas kertas atau cerita lisan belaka.

“Kami kira banyak ruang untuk kita semua, terutama instansi pemerintah dan negara berkolaborasi dan membangun sinergi nyata dalam mempersiapkan generasi muda di seluruh sektor pembangunan,” kaya Abi.

Dijelaskannya, ada Perpres Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan yang memayunginya. Pihaknya berharap ada langkah konkret yang lebih baik lagi ke depannya sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan visi misi Bupati Purwakarta dalam sektor pembangunan kepemudaan.

Terpisah, Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Purwakarta (PMJP) Periode 2019 – 2020, Rivaldi menyambut antusias gagasan yang disampaikan Abi Jawahir tersebut.

“Alhamdulillaah kami mendapatkan banyak pemahaman yang lebih komprehensif tentang apa yang telah dan sedang dilakukan oleh bidang kepemudaan,” kata Rivaldi.

Sebelumnya, PMJP sedang menata kelembagaan dan kepengurusan. Sesuai arahan Kabid Kepemudaan, saat ini PMJP telah memiliki legal standing yang jelas.

Pria lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran yang akrab disapa Valdi ini pun menyebutkan, kolaborasi sangat penting dalam pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan Purwakarta lebih istimewa.

“Ke depannya, kami dari Paguyuban Mojang Jajaka Purwakarta berharap dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh bidang di Disporaparbud maupun instansi lainnya di Kabupaten Purwakarta,” kata pria yang juga bekerja di bagian protokol Pemda Purwakarta ini.

Disebutkannya, PMJP memiliki visi mewujudkan Purwakarta lebih Istimewa lagi. “Ini sejalan dengan kebijakan Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika yang notabene pupuhu Mojang Jajaka Purwakarta,” ucapnya.(add/ysp)