Pencegahan HIV-AIDS Tanggung Jawab Bersama

CEGAH HIV: Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Purwakarta dr Meisera Pramayanti mengingatkan jika pencegahan penyebaran HIV-AIDS merupakan tanggungjawab semua pihak. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Human Immunodeficiency Virus (HIV), merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) sehingga terganggunya kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Sayangnya, penyebaran HIV/AIDS terbilang cukup meningkat di Purwakarta dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, Dinas Kesehatan Purwakarta memperkirakan terjadi peningkatan jumlah kasus HIV-AIDS di Purwakarta pada usia produktif. Hal tersebut dikatakan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Purwakarta, dr Meisera Pramayanti saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta, akhir pekan lalu.

“Ada penambahan kasus penyebaran HIV di Purwakarta. Jumlahnya mencapai puluhan. Rata-rata pada usia produktif antara 16-30 tahun cukup banyak yang terjangkit virus berbahaya ini,” kata Meisera.

Diketahui, pada tahun ini ada penambahan 58 kasus HIV hingga Juni 2019. Data sebelumnya mencapai 632 kasus, sehingga total ada 690 kasus.

Pihaknya khawatir generasi penerus bangsa semakin banyak yang terinfeksi virus ini, sehingga dirinya bersama pihak terkait lainnya terus berupaya meminimalisasi penyebaran yang dianggap telah mulai mengkhawatirkan.

“Pembinaan dan penyuluhan serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perilaku seks menyimpang, terus dilakukan,” ujarnya.

Untuk dapat menanggulangi penyebaran virus tersebut, sambungnya, harus ada sinergitas kerjasama berbagai pihak. Tidak hanya pemerintahan daerah, tapi juga lembaga pendidikan mau pun tokoh masyarakat dan agama, hingga masyarakat itu sendiri memiliki tanggungjawab yang sama.

Perempuan yang akrab disapa Dokter Mey itu juga mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat akan bahaya HIV-AIDS sudah semakin baik.

Salah satu indikatornya, semakin banyak warga yang bersedia melakukan tes Antiretroviral (Arv). Selain itu, stigma negatif dari masyarakat juga tidak sedahsyat dulu.

“Dengan begitu, saat ini lingkungan di masyarakat, sudah mengalami perubahan mindset. Bahkan, mendukung warganya untuk melakukan tes sejak dini. Kami apresiasi atas keberanian masyarakat ini,” ucapnya.(add/vry)

BACA JUGA:  Jaring Sero Terpasang di Area Pelabuhan Patimban