Perusak APK Strategi Kuno dan Kampungan

DIRUSAK. Suhu politik meningkat, sejumlah oknum mulai merusak alat peraga kampanye. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

Kedewasaan Politik Dituntut dalam Pesta Demokrasi

PURWAKARTA-Memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Legislatif dan Pilpres yang tak lama lagi digelar, menuntut kedewasaan masyarakat menjalani pesta demokrasi lima tahunan. Kedewasaan berpolitik dan demokrasi terbuka itu pun mulai nampak, diantaranya bertaburannya Alat Peraga Kampanye ( APK) yang dipasang para Calon Legislatif maupun Calon Presiden / Wakil Presiden.

Namun sayang, masih saja sejumlah masyarakat melakukan perusakan ke sejumpah APK. Seperti yang terpantau di sejimlah titik, dimana nampak sejumlah APK rusak oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab.

“Saya yakin dan percaya masyarakat hari ini bukan hanya sudah mulai cerdas dan cermat memilih calon yang disukai atau yang tidak disukai. Tetapi, ketika ada masyarakat yang hari ini masih melakukan perusakan APK. Hanya dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak memiliki daya nalar dan kesadaran bahwa sejumlah masyarakat tak terkecuali Calon memiliki Hak yang sama,” ujar Hadi Saeful Rizal pemerhati politik dan kebijakan publik asal Purwakarta.

Selanjutnya, Hadi Saeful Rizal berharap panitia pelaksana Pemilu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dimana ketika ada pelanggaran baik itu lokasi pemasangan APK hingga perusakan APK, bisa dilakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya.
“Semua warga negara berhak mencalonkan atau dicalonkan juga dipilih masyarakat sesuai undang undang. Maka Hak keutuhan APK sebagai saran sosialisasi pun wajib dimiliki Calon sehingga tidak jamannya lagi ada saling serang atau strategi politik kuno (perusakan APK), maka jika masih ada strategi tersebut bisa dikategorikan jika pesta demokrasi bangsa ini memiliki kemunduran,” lanjutnya.

Diwawancara terpisah, Alaikasalam Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan 1 Kecamatan Purwakarta yang kedapatan APK miliknya rusak, mengaku tidak mempermasalahkan atau bahkan merasa kerugian.
“Meski demikian saya tidak menganggap hal itu sebuah hal yang harus dipikirkan. Yang saya pikirkan hanya bagaimana menang lagi,” pungkas Alaikasalam yang kini menyandang gelar Caleg Incumbent. (mld)