Petani Ikan KJA Jatiluhur Merugi, Kwintalan Ikan Mati Massal

DAMPAK CUACA: Sejumlah ikan Kolam Jaring Apung yang berlokasi di blok 1 zonase Danau Jatiluhur, mengalami mati massal, dampak dari cuaca. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

Dampak Cuaca Buruk

PURWAKARTA-Tingginya intensitas curah hujan dalam tiga hari terakhir ini, berdampak pada pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA), yang berada di Blok 1 Zonase Danau Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Sejumlah petani ikan KJA, mulai terkena dampak, dengan matinya belasan kwintal ikan di KJA yang mereka kelola.
Ikan-ikan itu ditemukan mati,dengan jumlah yang terus meningkat.

Salah seorang Petani ikan KJA di blok 1 zonase, mengaku sudah sekitar 7 kwintal ikan mas yang dibudidayakanya di KJA Jatiluhur mati secara massal.

“Ini terjadi serentak pasca memburuknya cuaca dan tingginya curah hujan dalam kurun waktu tiga hari terakhir,” ujar petani ikan yang namanya tak ingin disebut.

Minimnya sinar matahari di atas danau, diduga kuat sebagai pemicu kelembaban udara, yang berpengaruh buruk pada kadar oksigen air danau.

Guna menghindari kerugian lebih jauh, petani melakukan pengosongan sementara petak KJA miliknya, serta tidak melakukan penyebaran benih baru, hingga cauaca kembali membaik.

Diungkapkanya, kawasan Blok 1 menjadi zona terparah yang terdampak cuaca buruk, sementara di blok lain sekitar pompa air danau, belum terkena dampaknya.

Namu demikian sebut dia, dirinya tak mengetahui lebih jauh petani ikan KJA lain yang masih bertahan di danau Jatiluhur.

“Namun umunya para petani ikan KJA yang sudah berpengalaman tahu persis cuaca buruk bisa berpengaruh negatif pada ikan ikan KJA di danau Jatiluhur.”sebut sumber itu.

Sementara itu Vanessa salah seorang pekerja pemasok pakan ikan yang sudah berpengalaman, kepada petani ikan di KJA Jatiluhur menyarankan, dalam cuaca buruk seperti itu, pemberian pakan kepada ikan, sebaiknya dihentikan sementara hingga cuaca kembali cerah.

“Saat cuaca lembab, pemberian pakan sebaiknya distop dulu. Hingga cuaca kembali cerah,” terang Vanesa yang dihubungi via telphon selulernya.

Vannesa tak merinci lebih jauh, sebab utama penghentian pakan untuk ransum ikan, disaat cuaca buruk diatas danau Jatiluhur.

“Ya itu kebiasaan petani ikan KJA di sana, gunanya untuk menghindari kematian massal pada ikan,” tukasnya.

Kematian massal ikan KJA Jatiluhur, sebenarnya sudah sangat diketahui para petani ikan disana. Biasanya musim penghujan dan cuaca buruk sudah diantisipasi para petani dengan tidak menyebar benih ikan baru, menjelang bulan Desember hingga Februari, dimana dalam kurun tiga bulan tersebut curah hujan kemungkinan tinggi.

Namun demikian pasca penertiban KJA, oleh pihak berwenang di PJT II beberapa waktu lalu. Yang mengharuskan Zero KJA di Danau Jatiluhur, bisa dipastikan kerugian petani ikan tak akan sebanyak dulu, sebelum penertiban. Karena memang sekarang jumlah petak KJAnya hanya tinggal sedikit.(dyt/dan)