Petani Muda Rintis Tanaman Vanilli, Berharap Jadi Komoditas Unggulan

RINTIS KOMODITAS: Deni petani muda asal Desa Pangkalan Kecamatan Bojong, merintis komoditas tanaman Vanilli di lahan seluas 500 m2. Diapun berharap suatu saat akan menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Bojong. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

Kreatifitas pemuda yang satu ini boleh diacungi jempol
Dari sekian komoditas tanaman bernilai ekonomis
Deni merintis tanaman Vanilli di Kecamatan Bojong
Diapun berharap jadi komoditas unggulan , bila berhasil petani desa akan mengikuti jejaknya

Laporan: DAYAT ISKANDAR, Bojong Purwakarta

PURWAKARTA-Deni(29),Petani muda asal Kp.Sukaati RT 06/02 Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta ini tergolong kreatif. Betapa tidak lahan seluas 500 M2, disamping rumahnya, petani muda ini merintis budidaya Vanilli.

“Awalnya saya tertarik dengan harga jual buah Vanilli kering, yang menyentuh harga tinggi Rp 3 jt/kg nya,” terang Deni mengawali kisahnya.

Dari mimpi itulah, dirinya terobsesi dan ingin mempraktekan tanaman, yang oleh sebagian petani sukses Vanilli, kerap disebut tanaman emas hitam itu, “disini (Bojong red) tanaman ini masih langka,namun saya mencoba merintis itu,” papar Deni lebih jauh.

Diakui Deni,tak ada ketrampilan khusus dan modal cukup, saat dua bulan lalu, secara otodidak mengawali mimpi besarnya menanam Vanilli dikebunya ,”soal keahlian bercocok tanam , terus terang saya masih nol,tapi saya banyak belajar di Komunitas Petani Vanilli dari internet,” terang Deni, yang mengaku hanya bermodal dengkul dan kemauan keras itu.

“Selama dua bulan ini, tanah saya olah dan batang-batang pohon Ramoyo ini, saya tanam gunanya batang pohon ramoyo ini sebagai penopang tanaman vanilli,agar bisa tegak berdiri. Karena Vanilli tumbuh merambat dan butuh tanaman penyangga,” tutur Deni.

Untuk mendapatkan bibit Vanilli, yang bisa ditanam dengan steak batang, Deni mengaku mendapat bantuan dari rekannya, yang sudah memiliki pohon Vanilli di Desanya.”Kalau orangnya,gak usah saya sebutkan, pokokknya ada yang bagi saja,” papar Deni lagi.

Letak kebun yang berada di tengah perkampungan, serbuan ayam kampung menjadi ancaman bagi tumbuh kembangnya Vanilli yang diusahakanya.”Saya terpaksa, harus membuat jaring sekeliling kebun, agar ayam tak mengganggu akar-akar benih Vanilli yang mulai berdaun,” imbuhnya.

Diakui Deni, meski usahanya itu, masih mengundang tanda tanya tetangga, dan bahkan keluarganya, namun dirinya yakin, suatu saat usahanya itu akan diikuti petani lain di desanya.

“Dan saat hal itu terjadi, saya akan koordinir hasil panen Vanilli, dari warga sekitar. Ya ibarat apa yang terjadi pada komoditi Teh, cengkih dan manggis disini, dan saya bisa jadi bandarnya, mohon doanya aja dari semua, uji coba saya ini berhasil,” terang Deni optimistis.

Dan jika maju, maka akan bertambah satu komoditas baru di Kecamatan Bojong, yang akan sama terkenalnya, seperti manggis,cengkih dan teh,yang selama ini menjadi komoditas andalan Kecamatan Bojong.(dyt/dan)