Pisang Sarjana, Ketika Keripik Pisang Tak Sekadar Naik Kelas

keripik pisang
NAIK KELAS: Pisang Sarjana, keripik pisang kekinian khas Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Higienis, Menarik, dan Berkelas

Keripik pisang boleh jadi ada dalam daftar cemilan favorit saat bersantai, ngobrol, nonton film atau membaca novel. Rasanya yang gurih dan beraroma khas disukai banyak orang. Namun, begitulah keripik pisang, dari sejak dulu kala, rasanya ya gitu-gitu saja.

Laporan: ADAM SUMARTO, Purwakarta

Itulah yang merangsang kreativitas seorang Abdul Kholil. Di tangan pemuda asal Kampung Panyingkiran, Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari ini, keripik pisang yang rasanya gitu-gitu saja diubahnya dalam berbagai varian rasa.

Maka, keripik pisang olahan Abdul Kholil pun sukses naik kelas. Tak tanggung-tanggung, gelar sarjana pun disematkannya, Pisang Sarjana.

“Kami sengaja melabeli produk keripik pisang yang kami olah dengan nama Pisang Sarjana. Selain rasanya yang lezat dan bervariasi, kemasannya pun dibuat kekinian. Sehingga lebih higienis, menarik, dan berkelas,” kata Abdul Kholil di Purwakarta, Selasa (30/6).

Pisang Sarjana cepat diterima pasar

Karena itu pula, sambungnya, Pisang Sarjana cepat diterima pasar sehingga dirinya pun sukses mendulang pundi-pundi hadiah. “Yang untung bukan hanya saya, tapi juga warga di lingkungan tempat tinggal saya yang mayoritas petani pisang,” ujarnya.

Terungkap jualah ide Abdul Kholil memproduksi keripik Pisang Sarjana berawal dari melihat potensi alam yang begitu melimpah di wilayah kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Maka, sarjana lulusan 2016 itu pun mulai memutar otak untuk membuat sebuah produk oleh-oleh khas desa kelahirannya itu.

Baca Juga: Nasi Pampis by Dapur Teteh, Pedas Gurih Bikin Nagih

“Di kecamatan Sukasari ini, hampir 80 persen masyarakat berprofesi sebagai petani, dan mayoritasnya petani pisang. Hasil panen pisang yang melimpah ini akan bernilai lebih tinggi jika diolah dengan benar,” kata dia.

Tak ingin sekadar mengolah keripik pisang yang umumnya memiliki cita rasa gurih asin, Abdul Kholil pun berpikir kreatif.

“Memang sudah banyak yang produksi kripik pisang tapi cuma satu rasa misalkan asin, kenapa tidak ada beberapa varian rasa. Dari situ lah Pisang Sarjana menghadirkan rasa yang lebih variatif. Seperti rasa coklat, green tea, susu, dan pedas,” ucapnya.

Dirinya pun mengungkapkan, jenis pisang yang digunakan yakni pisang nangka yabg diambil dari para petani pisang di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Tak sampai di situ, berhasil meracik berbagai rasa, Abdul Kholil pun mulai memikirkan kemasannya. Keripik pisang tidak lagi dibungkus plastik transparan namun dikemas dengan kemasan kekinian.

Untuk pemasaran, Abdul Kholil mengatakan, Pisang Sarjana ini dipasarkan secara online ataupun offline, dan juga bisa menjadi buah tangan saat berkunjung ke Kecamatan Sukasari.

“Saat ini untuk produksi kita masih terbilang kecil. Dalam sepekan baru bisa memproduksi 100 pcs saja. Sedangkan untuk pemasaran via online bisa melalui WhatsApp di nomor 0812-1864-2546 dan melalui Instagram @pisangsarjanachips. Soal harga cukup terjangkau 1 pcs keripik pisang netto 100g dibanderol Rp15 ribu saja,” katanya.(add/ysp)