PKB-PCNU Dirikan Posko Bersama, Siapkan Masker dan Hand Sanitizer

POSKO BERSAMA: Fraksi PKB DPRD Purwakarta bersama PCNU Purwakarta mendirikan Posko Bersama sebagai langkah untuk menekan penyebaran COVID-19. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Fraksi PKB DPRD Purwakarta bersama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta membuka Posko Bersama, Rabu (25/3). Posko Bersama ini didirikan sebagai upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Kabupaten Purwakarta.

Berlokasi di Jalan Ibrahim Singadilaga, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta, Posko Bersama ini memiliki jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 17.00 setiap hari. Sebagai langkah awal, posko ini akan beroperasi sampai dengan 28 Maret 2020 mendatang.

Fasilitas yang disediakan di Posko Bersama ini antara lain masyarakat dapat memperoleh masker gratis. Ada juga hand sanitizer, hingga check kesehatan untuk mengetahui gejala awal COVID-19.

“Posko ini akan kami buka hingga 28 Maret 2020. Selain itu rencananya setiap anggota DPRD dari PKB akan turun ke dapil masing-masing melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid, majelis, dan fasilitas umum lainnya,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Purwakarta Hidayat saat ditemui di lokasi.

Pada waktu bersamaan, Rais Syuriah PCNU Purwakarta Dr KH Abun Bunyamin MA menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya membantu Pemda Purwakarta dalam melakukan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kami berharap, Purwakarta masuk zona hijau penyebaran COVID-19, tidak terpengaruh dengan kabupaten lainnya yang sudah berstatus zona kuning apalagi merah,” ujar Kiai Abun.

Acara peresmian Posko Bersama ini dihadiri oleh seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Purwakarta serta pengurus PKB dan PCNU Purwakarta.

Fraksi PKB Ajukan Rp50 Miliar

Menindaklanjuti situasi dan kondisi virus Corona di Purwakarta yang kian memperihatinkan, Wakil Ketua Dprd Purwakarta Neng Supartini mengajukan agar Pemkab Purwakarta menggelontorkan dana Rp50 miliar, sebagai dana penanggulanhan virus mematikan tersebut.

Ajuan tersebut, kata Teh Neng sapaan akrab wakil rakyat yang terpilih untuk ke empat kali itu. Telah disampaikan ke Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika beberapa waktu lalu.

“Besaran anggaran tersebut sudah kami utarakan ke Pemkab, langsung ke Bupati,” terangnya.

Perihal mekanisme, dana apa yang akan digunakan. Teh Neng menjelaskan, ada dana Hibah atau dana sosial lain yang bisa di pergunakan.

DPRD sendiri, lanjut Neng Supartini, sudah mengarahkan fraksi lain untuk mengamini pos anggaran ini. “Kami juga sudah ajak fraksi lain untuk mengiyakan, perihal cukup atau tidak dana itu. Akan dikaji lebih lanjut,” ujar teh Neng yang juga masih menjabat sebagai ketua DPC PKB Purwakarta, kemarin (24/3).

Anggaran ini kata Teh Neng, Pemkab tinggal mengajukan dana APBD mana yang akan digeser ke Dprd. Lalu, Dprd sendiri atas ajuan itu cukup mengetahui, dan menyetujui. “Tinggal ajukan saja, kondisinya sudah mendesak, kami harap semua pihak bisa berbuat mencegah penyebaran virus ini. Termasuk peran serta warga untuk menjaga diri dan berdiam di rumah agar tidak tertular atau menularkan,” ucapnya.

Demikian, untuk apa saja dana 50 Miliar ini nanti akan dipergunakan. Teh Neng menceritakan sepintas diantaranya untuk membeli alat medis , suporting tenang medis , obat obatan dan keperluar lain yang berkaitan dengan pencegahan dan penyebaran virus.
“Andai dananya cukup dan memungkinkan, fraksi PKB, bahkan meminta agar ada subsidi pangan buat warga,agar warga betah dan patuh pada himbauan dan intruksi pemerintah yaitu Lock Down atau berdiam diri di rumah,” pungkasnya.(add/mas/vry)