Ponpes Al-Muhajirin Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Ponpes Al-Muhajirin
PROTOKOL KESEHATAN: Ponpes Al-Muhajirin menerapkan protokol kesehatan ketat kepada santrinya sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Ponpes Al-Muhajirin menyosialisasikan tentang tata cara mencegah penyebaran Virus Korona kepada para santrinya. Sosialisasi tersebut menghadirkan petugas kesehatan dari puskesmas sebagai pemateri.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponpes Al-Muhajirin Heru Rojikin menyampaikan, pelaksanaan penyuluhan kesehatan bertujuan untuk menghindari dan mencegah penyebaran Virus Korona di lingkungan Ponpes.

“Kami akan selalu berupaya agar di lingkungan Ponpes Al-Muhajirin steril dari Covid-19,” ucap Heru melalui keterangan tertulisnya yang diterima Pasundan Ekspres, Ahad (12/7).

Baca Juga: STAI Al-Muhajirin Runner Up Lomba Kaligrafi

Selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga dibantu oleh petugas puskesmas memberikan penyuluhan kepada para santri. “Yaitu, tentang tata cara menjaga diri agar terhindar dari Virus Korona atau Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Anisa salah seorang santri Ponpes Al-Muhajirin mengaku senang bisa kembali ke ponpes setelah lama melaksanakan kegiatan belajar secara daring di rumah.

Bisa belajar dengan tenang dan nyaman

“Kami bahagia bisa kembali ke pondok, dan kami sangat berterimakasih kepada Ponpes Al-Muhajirin yang telah memberikan penyuluhan kesehatan agar kami terhindar dari Virus Korona. Sehingga, kami bisa kembali belajar dengan nyaman dan tenang,” ujarnya.

Kedatangan santri kembali ke Pondok Pesantren Al-Muhajirin sudah dimulai sejak Ahad (5/7) lalu. Al-Muhajirin pun menerapkan mekanisme khusus dan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam menyambut kedatangan para santrinya itu.

“Kedatangan santri mekanismenya bergiliran per angkatan baik santri putra dan putri. Ini untuk menghindari terjadinya kerumunan atau penumpukan dan mematuhi phisycal distancing. Bahkan kedatangan santri masih akan berlangsung hingga 10 hari ke depan,” kata Heru.

Pihaknya juga menganjurkan orang tua santri untuk mengantarkan anaknya menggunakan kendaraan pribadi dianjurkan. Ini bertujuan agar santri bisa steril dari Virus Korona setelah karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing.

“Sesuai intruksi pimpinan pesantren, kami menerapkan protokol kesehatan sesuai standar. Mulai dari mobil pengantar santri hanya sampai gerbang, santri masuk pesantren harus melalui bilik disinfektan, hingga dicek suhu tubuhnya,” kata Heru.

Sementara itu, Karunia selaku bagian sarana menyampaikan, bahwa fasilitas untuk pencegahan COVID-19 sudah dipersiapkan oleh pesantren.

“Pesantren sudah menyiapkan ruang isolasi hingga menambah fasilitas Poskestren. Kami juga menyediakan lebih dari 60 buah tempat cuci tangan dan mengurai 50 persen jumlah penghuni kamar. Jadi apabila dalam satu kamar biasanya ada 20 santri maka kini menjadi 10 santri saja,” ucapnya.(add/ysp)