PTM Terbatas Opsi Terbaik Pendidikan

PURWAKARTA-Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta semua pihak untuk menjadikan sekolah tempat paling aman bagi anak. Hal ini menyusul sudah diperbolehkannya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah wilayah di Indonesia sejalan dengan kategori aman yang ditetapkan Satgas Covid-19. “PTM di sekolah perlu dilaksanakan dengan kehati-hatian yang tinggi. Karenanya, jadikan sekolah tempat yang aman bagi anak,” kata Huda, saat menghadiri Workshop Pendidikan, di Aula Janani Hotel Harper Purwakarta, Sabtu (11/9).

Huda mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda, sistem pendidikan di Indonesia berubah. Di mana, aktivitas belajar-mengajar menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

PJJ ini, sambungnya, menjadi ancaman terjadinya learning loss, kondisi ini pun diibaratkan sebagai darurat pendidikan. Hanya ada satu opsi terbaik untuk mengakhiri kondisi tersebut, yakni melalui PTM terbatas. “Dalam rangka menyudahi darurat pendidikan yang mengalami pendalaman persoalan kualitas dan kuantitas ini, maka dengan berbagai pertimbangan yang serba sulit, PTM terbatas menjadi opsi yang kira-kira paling baik di hari ini,” ucapnya.

Menurutnya, akselerasi PTM pun harus dilakukan dengan segera agar bisa meminimalisir dampak learning loss tersebut. Maka dari itu, Huda meminta pemerintah daerah segera membuka pembelajaran tatap muka sebagai bentuk adaptasi baru di tengah masa pandemi Covid-19. “Kami minta daerah yang PPKM-nya level tiga dan dua yang belum buka PTM segera dibuka, kalau tidak begitu kita tidak akan cepat adaptasi,” kata politisi PKB itu.

Melalui PTM bisa menjadi solusi karena faktanya tanpa sekolah juga yang tertular Covid-19 sebanyak 350 ribu di seluruh Indonesia.

Hasil evaluasi bagi daerah yang telah membuka PTM, dia mengaku belum ada karena basis evaluasinya ada di kabupaten/kota mengingat PTM ini sifatnya tidak serentak di seluruh Indonesia. “Tapi kami di Komisi X dan Kemendikbud Ristek sepakat jika PTM bisa kita tuntaskan,” ujarnya tegas.

BACA JUGA:  395 Santri Tahsin dan Tahfidz Al-Muhajirin Diwisuda, Lebih Memaknai Ayat Alquran

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengaku belum ada hasil evaluasi karena hal itu dilakukan setelah dua minggu PTM berjalan.

Sementara jumlah sekolah yang telah melakukan PTM SD baru 208 dari 413 sekolah. SMP 56 dari jumlah 113 sekolah. “Mudah-mudahan setelah dua pekan ini bertambah jumlah sekolah yang menggelar PTM,” ucap Purwanto.(add/sep)