Pusat Informasi dan Koordinasi dan Dinas Kesehatan Beda Data Pasien Corona

KONFERENSI PERS: Bupati Purwakarta anne ratna mustika saat memberikan keterangan pers terkait kondisi pasien positif Covid-19 yang kondisinya semakin membaik

PURWAKARTA-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan data yang tertulis di Pusat Informasi dan Koordinasi (Pikobar) Covid-19 Jawa Barat, terkait kasus Virus Corona di Purwakarta sebagian keliru. Menurut Deni, di Pikobar Covid-19 Jabar disebutkan ada 8 pasien Corona di Purwakarta, itu tidak benar. Yang benar, sambungnya, saat ini ada 19 Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Corona.

Jadi, kata Deni, mereka tidak bisa dikatakan sebagai pasien karena belum pernah dirawat. Deni mengatakan, ke-19 orang itu adalah jemaah umrah yang baru pulang dari Tanah Suci. Mereka pun kini dikarantina di rumahnya masing-masing.

Deni mengatakan, mengapa mereka harus dikarantina, karena seorang rekannya sesama jemaah umrah, sudah dinyatakan positif Corona.

“Yang positif Corona itu ada seorang dan sekarang masih dirawat di satu rumah sakit di Kota Bandung. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik,” kata Deni melalui saluran telepon, Senin (16/3).

Deni mengatakan, jemaah umrah ini tiba di Purwakarta pada 4 Maret 2020. Seorang yang kini dinyatakan positif itu saat pulang mengeluh sakit. “Kemudian dibawa ke RS Bayu Asih Purwakarta dan selanjutnya dirujuk ke satu rumah sakit di Bandung,” ujar Deni.

Terkait 19 ODP rekan jemaah umrah yang telah positif itu, kata Deni, sudah dikarantina di rumahnya masing-masing terhitung sejak 4 Maret 2020. Jadi merujuk pada masa inkubasi Virus Corona, mereka hanya tinggal tiga hari lagi lepas dari karantina.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika meluruskan pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait warga Purwakarta yang positif Virus Corona.

Ridwan Kamil sempat menyebut warga Purwakarta yang positif berasal dari Tajursindang, Sukatani. Padahal, faktanya warga yang positif itu ialah di Pasawahan.

Ambu Anne mengatakan, pernyataan Gubernur Jabar ini berbeda dengan data yang tersampaikan Dinkes Jabar melalui Dinkes Purwakarta.

“Mudah-mudahan ini sudah dikoreksi secepat mungkin. Kami juga sudah hubungi Dinkes Jabar. Yang positif itu inisial U (65) warga Pasawahan. Kalau yang O (80) dari Sukatani itu sakit TBC,” ucapnya di Purwakarta, Senin (16/3).

U ini sejak 25 Februari 2020 pergi umrah dan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2020 kemudian dibawa ke RS Bayu Asih lalu mendapatkan rujukan ke RS Rotinsulu pada 5 Maret 2020.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke orang-orang yang telah kontak dengan pasien. Warga positif ini dia berangkat bersama 23 orang lainnya,” ujarnya.

Ambu Anne juga mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tak panik namun tetap waspada. Pemkab Purwakarta juga kata Anne, telah membentuk satgas dalam kasus corona ini di bawah Dinkes dan Diskar PB.

“Kami dorong warga supaya lakukan pola hidup sehat juga fasilitas umum mesti lakukan pencegahan dengan mengecek suhu tubuh konsumen yang masuk,” ucapnya.(add/vry)