Ratusan Warga Tumpah Ruah ke Jalanan

MERIAH: Ratusan warga turun ke jalanan untuk memeriahkan malam pergantian tahun Islam. Acara ini setiap tahunnya digelar warga Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

Menyambut Pergantian Tahun Baru Islam

PURWAKARTA– Di sela kemeriahan pawai obor dalam rangka meriahkan tahun baru Islam, ratusan warga Kecamatan Jatiluhur tumpah ruah di jalanan pada Senin (10/9) malam.

Camat Jatiluhur, H Asep Supriatna menyambut baik dukungan para kepala desa yang mendukung sepenuhnya pawai taaruf dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam.

“Antusiasme masyarakat sangat kami apresiasi. Ini menjadi momentum baik sebagai wujud renungan dan refleksi kita untuk menyongsong hari di tahun baru ini,” terang Camat Asep.

Pawai Taaruf menyambut tahun baru Islam, kata Asep, merupakan kegiatan rutin yang digelar di wilayahnya. Tujuannya sebagai pengingat untuk lebih mawas diri dan berbenah dalam menyambut tahun baru.

“Alhamdullillah, gebyar menyambut tahun baru Islam 1440 ini menggema di seluruh wilayah di Kecamatan Jatiluhur,” ungkap Asep.

“Kita tinggalkan tahun 1439 H, dan kita songsong tahun 1440 H. Semoga kita semua diberkahi Allah SWT dan diberikan nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat Islam,” pungkasnya.

Sementara itu Penjabat Bupati Purwakarta, Mohammad Taufiq Budi Santoso mengajak umat Islam di Purwakarta untuk mengaktualisasikan nilai dan semangat hijrah guna meningkatkan seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini salah satu esensi yang harus dipetik dari semangat pergantian tahun Islam.

“Momen perayaan tahun baru 1440 Hijriyah ini, agar kita dapat bermuhasabah atau evaluasi diri, baik individu maupun bersama-sama. Tak hanya itu, kita pun berharap senantiasa diberkati, dirahmati dan diridhoi Allah SWT,” ujar Taufiq saat ditemui di Komplek Kantor Pemkab Purwakarta, Rabu (11/9).

Ia menjelaskan, sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Hijrah yang kita jalani di sini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Islam telah mengingatkan agar hari-hari yang kita lewati selalu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya,” kata Taufiq.(dyt/din)