Relokasi Sekolah Terdampak Proyek Kereta Cepat, Bupati Sebut Lebih Layak dari Sebelumnya

HASIL RELOKASI: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meninjau unit bangunan Sekolah Satu Atap (Satap) yang telah direlokasi di Desa Malang Nengah Kecamatan Sukatani, beberapa waktu lalu(3/9). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Proyek strategis nasional Kerata Cepet Jakarta-Bandung telah berdampak pada bangunan sekolah. Pada akhirnya sekolah tersebut direlokasi dan dibangun kembali.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika kemudian meresmikan unit bangunan Sekolah Satu Atap (Satap) Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP) yang telah direlokasi di Desa Malang Nengah Kecamatan Sukatani.

Dia mengatakan, hal ini merupakan komitmen dari PT. KCIC , PT. BSBI dan PT. WIKA, untuk relokasi sekolah yang terkena imbas dari pembangunaan proyek nasional tersebut.

“Bangunan sekolahnya sangat representatif daripada unit sekolah yang sebelumya,” Ujar Anne saat meresmikan unit bangunan sekolah, di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Rabu (2/9).

Menurutnya, bangunan tersebut akan dijadikan standar untuk sekolah lain agar menjadi standar yang sama dengan berbagai fasilitas yang ada.

“Diharapkan akan memotivasi anak-anak untuk belajar lebih giat lagi. Terkait masa pembelajaran di saat pandemi Covid-19, untuk sementara pemkab akan melihat situasi sesuai dengan zona, jika sudah hijau maka akan dilanjutkan kegiatan belajar dengan tatap muka,” ucapnya.

Menurut Direktur HR, LA dan Aset PT. KCIC,Puspita Anggraeni pihaknya mulai berproses pada bulan Desember lalu dan selesai beberapa bulan kemudian.

“Kita memulainya akhir tahun kemarin, pada bulan Juli lalu sudah selesai proses pembangunan sekolah satu atap ini. Kita sudah menyerahkan ke pemkab. Memang sudah sesuai dengan rencana kita ingin menyiapkan unit sekolah ini sebelum masa pandemi selesai, sehingga nantinya anak-anak akan langsung bersekolah disini dan bisa beraktivitas belajar secara langsung sehingga tidak ada proses pembangunan ketika mulai bersekolah,” Katanya.

Pihaknya ingin menunjukan, proyek KCIC ini sebetulnya meningkatkan fasilitas yang ada untuk masyarakat. Total dua unit sekolah di Jawa Barat yang terimbas proyek kereta cepat ini.

“Di Purwakarta cuma 1 sekolah yang di relokasi. Kalau membangun ulang sebetulnya susah, namun karena memindahkan akibat adanya pembangunan kereta cepat ini, relokasi sekolah ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dia menuturkan, adapun fasilitas penunjang di area sekolah tersebut, seperti fasilitas belajar, fasilitas olah raga.

“Sebetulnya ruang terbuka hijaunya sangat mengakomodir semua kegiatan, dan bisa menjadi percontohan untuk sekolah lainnya di Purwakarta,” imbuhnya. (mas/ysp)