RW 07 Kelurahan Nagri Kaler Sediakan Internet Gratis, Beban Orang Tua Berkurang

Kelurahan Nagri Kaler
INTERNET GRATIS: Para siswa tampak tekun saat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh dengan memanfaatkan jaringan di internet gratis di Balai RW 07, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi langkah yang dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah. Banyak konsekuensi yang timbul dari pilihan tersebut. Satu di antaranya kebutuhan gadget dan kuota untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar secara daring itu.Terkait permasalahan kuota tersebut, adalah warga RW 07, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta yang melakukan terobosan dan sangat bisa dicontoh warga lainnya.

Betapa tidak, pengurus RW 07 tersebut menyediakan jaringan internet gratis bagi para pelajar untuk melaksanakan PJJ.

Bertempat di Balai RW, para pelajar setempat dapat memanfaatkan jaringan internet gratis setiap hari Senin – Jumat mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore.

Baca Juga: SDN 1 Nagri Kidul Jawara O2SN Cabang Karate

Ketua RW 07, Yulia mengatakan, fasilitas tersebut diutamakan bagi siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring. Tujuannya untuk meringankan orang tua siswa yang dibebani biaya internet. Adapun ketersediaan fasilitas internet gratis ini merupakan swadaya dari masyarakat.

“Inovasi ini karena melihat kebutuhan para siswa dan kondisi yang ada, sehingga uang yang terkumpul telah disepakati untuk pembiayaan jaringan internet. Alhamdulillah, antusias anak-anak cukup tinggi,” kata Yulia.

Terbantu dengan adanya fasilitas tersebut

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada 10 anak dari jenjang yang berbeda tengah melakukan PJJ secara daring di Balai RW. Salah satu pelajar mengaku terbantu dengan adanya fasilitas ini.

“Sangat membantu sekali untuk kita yang kekurangan kuota, tugas melalui HP bisa melalui kertas juga nanti di foto lalu di kirim ke classroom,” ujar Arika Nur Annisa, siswi SMA kelas X.

Meski belajar secara bersama-sama, namun mereka tetap menerapkan protokol kesehatan, tetap menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

Terpisah, Lurah Nagri Kaler Dede Iskandar mengaku pihaknya sangat terbantu dengan inovasi yang dilakukan pengurus RW 07.

“Kelurahan sangat terbantu sekali karena kami di kelurahan Nagri Kaler tidak semuanya bisa mengakses internet di rumah masing-masing. Banyak sekali siswa yang memang mengalami keterbatasan kuota,” ujar Dede.

Dirinya mengaku pemerintah daerah maupun kelurahan belum mengalokasikan anggaran untuk pengadaan jaringan, ini semua hasil swadaya masyarakat.

“Untuk pengadaan internet ini merupakan swadaya dari lingkungan dari pengurus RW, jadi tidak ada bantuan khusus dari pemerintah. Karenanya inovasi ini bisa dicontoh RW lainnya,” ucap Dede.(add/ysp)