SBM ITB-Dekopinwil Latih Koperasi Anggota Dekopinda

PELATIHAN: Dekopinwil Koperasi Jabar saat menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi lembaga usaha koperasi di Kabupaten Purwakarta, Minggu (23/9), di Bale & Resto Panghegar Green Valley Park Cimaung Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Kembangkan Ekosistem Bisnis demi Reformasi Koperasi

PURWAKARTA-Sekolah Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bekerjasama dengan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat. Menggelar pendidikan dan pelatihan koperasi bagi koperasi, yang tergabung di Dekopinda di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Minggu (23/9), pelatihan tersebut digelar di Purwakarta yang merupakan kabupaten ke-16 digelarnya pelatihan tersebut. Hadir sebagai nara sumber, para mahasiswa SBM ITB di bawah pimpinan Dr Ir Mustika Sufiati Purwanegara MSc.

Ketua Dekopinwil Provinsi Jawa Barat, H Mustopa Djamaludin mengatakan, pentingnya membangun ekosistem bisnis dalam mengembangkan perkoperasian. “Koperasi itu identik dengan simpan pinjam. Mindset ini yang harus diubah, salah satunya dengan terus mengembangkan koperasi produsen,” ujarnya saat memberikan sambutan, pada pelatihan yang digelar di Bale & Resto Panghegar Green Valley Park Cimaung Purwakarta.

Melalui pendidikan dan pelatihan tersebut, dirinya berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang disampaikan narasumber dan mengaplikasikannya. “Koperasi produsen harus berkembang dengan membangun kolaborasi antar stakehokder, untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.

Ditemui di sela kegiatan, Mustika Sufiati menyebutkan, koperasi tak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan bisnisnya. “Karena itulah dibutuhkan suatu ekosistem bisnis yang baik. Kita saling berkolaborasi dengab berbagai pihak terkait, bargaining power sehingga memiliki value added,” katanya.

Dirinya juga mengembangkan digital platform bussines yang nantinya bisa dimanfaatkan para anggota koperasi. “Digital platform ini, dapat membantu bagaimana membuat layanan-layanan inovatif, yang membantu mengembangkan koperasi produsen itu sendiri,” kata Mustika Sufiati.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Purwakarta H Abdul Latief mengatakan, pelatihan ini semakin membuka wawasan para penggiat usaha koperasi. “Koperasi itu tak melulu simpan pinjam. Dan ternyata banyak juga anggota koperasi simpan pinjam, yang memiliki usaha. Ini sangat berpotensi mengembangkan koperasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Nelayan Dilatih Safety Sea, 400 Peserta Dibagi Dua Gelombang

Dirinya menyarankan, jika simpan pinjam itu menjadi salah satu unit koperasi. “Jadi koperasinya berkembang, ada beberapa unit. Unit simpan pinjam, unit produksi dan lainnya. Dengan begitu bisa memberikan kesejahteraan lebih bagi seluruh anggotanya,” kata Latief.

Senada disampaikan Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Purwakarta H Amit Saepul Malik. “Setelah pelatihan ini diharapkan budaya simpan pinjam, yang umumnya konsumtif menjadi minim. Ubah menjadi kegiatan produktif,” ujarnya.

Amit pun merinci, beberapa materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut. “Di antaranya identifikasi kebutuhan, apa saja yang menjadi kepentingan ekosistem, siapa saja yang akan bekerjasama.

“Selain itu identifikasi pula daur hidup, produk layanan dari hulu ke hilir dan semua pemangku kepentingan, hingga menciptakan bisnis baru, dan penerapan strategi,” katanya.

Amit berharap, setelah pelatihan tersebut koperasi-koperasi di Purwakarta semakin aktif dan menjadi lebih maju. Termasuk dalam hal manajemen dan ekosistem jaringannya. “Ke-100 koperasi yang mengikuti pelatihan ini, nantinya akan diseleksi menjadi 10 koperasi saja, dan akan mendapatkan pelatihan lanjutan di tingkat provinsi,” ucapnya.(opl/add/dan)