SDIT Cendekia Dites Hafalan Quran Juz 29 dan 30

TES HAFALAN: Beberapa peserta Munaqosah Tahfidz SDIT Cendikia saat dites hafalannya di depan juri. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cendekia Purwakarta yang bernaung di bawah Yayasan Sumber Daya Insani (Yasri) menggelar Munaqosah Tahfidz Quran Juz 29 & 30 Tahun 2019 di Masjid Al Ihsan Kampus Yasri Purwakarta, Jl. Veteran, Gg. Soka Purwakarta, Sabtu (27/4).

Munaqosah yang diikuti 67 siswa dari berbagai tingkatan ini mengangkat tema Mahkota Terindah untuk Ayah Bunda di Surga.

Ketua Panitia Aman Wijaya mengatakan, Munaqosah Tahfidz tahun ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan.

“Alhamdulillah dari jumlah peserta meningkat tinggi dibandingkan tahun lalu. Yakni dari 16 peserta pada angkatan pertama, menjadi 67 peserta di angkatan kedua ini,” kata Aman kepada Pasundan Ekspres di sela kegiatan.

Dijelaskannya, tujuan digelarnya munoqosah ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. “Ini juga bagian dari Syiar Islam. Ada pun khusus bagi siswa menjadi salah satu syarat kelulusan, yakni minimal hafal juz 30,” ujarnya.

Dari ke-67 peserta tersebut, kata Aman, ada tiga peserta yang sudah hafal juz 30 dan juz 29. Ketiganya adalah Alfarisa Zahwa siswa kelas 5, Khoirul Saftaril Aziz siswa kelas 3, dan Dwika Rafa Raditya siswa kelas 3.

Yang menarik, meski kegiatan ini sifatnya internal, namun panitia mendatangkan juri dari luar sekolah. “Ada enam juri dari berbagai latar pendidikan yang berbeda. Alhamdulillah semua juri ini hafidz,” kata Aman.

Dari ke-67 peserta, sambungnya, akan diambil enam terbaik dan dites kembali untuk diambil peringkat terbaik. “Ada pun kriteria penilaian di antaranya tajwid, fashohah wal adab, dan tahfidz atau hafalan,” ujarnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Pembina Yasri DR H Agus Muharam M.Pd mengatakan, meningkatnya jumlah peserta bisa jadi indikator keberhasilan program hafidz quran di sekolahnya.

BACA JUGA:  Bahas Revolusi Industri 4.0 dalam Taaruf

“Ini bisa memotivasi siswa lainnya yang belum ikut Munaqosah Tahfidz. Untuk itu pula kami sediakan hadiah bagi peringkat 1-3 berupa SPP Gratis 100 persen, sedangkan harapan 1-3 SPP Gratis 50 persen,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menyebutkan, keberhasilan siswa juga sangat membutuhkan peran orang tua. “Jadi hafalannya tak hanya di sekolah, tapi juga di rumah,” ujarnya.

Dirinya berharap, siswa yang belum ikut bisa termotivasi. “Terlebih nanti setelah Munaqosah Tahfidz, para peserta akan mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz yang Insya Allah akan digelar pada 4 Mei 2019 mendatang,” ucapnya.(add/dan)