SDIT Cendekia Gelar Munaqasyah Daring

DARING. Tangkapan layar proses Munaqasyah Tahfidzul Quran yang digelar SDIT Cendekia secara daring. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Siswa Tetap Hafiz Alquran Meski di Rumah

PURWAKARTA-Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cendekia menggelar Munaqasyah Tahfidzul Quran secara online atau daring (dalam jaringan).

Tercatat sebanyak 41 siswa mengikuti munaqasyah gelombang kedua yang digelar pada 10-13 Mei 2020. Adapun gelombang pertama digelar pada Desember 2019 lalu dengan peserta sejumlah 15 siswa.

Kepala Sekolah SDIT Cendekia Andri Purwanugraha M.Pd mengatakan, munaqasyah gelombang kedua ini digelar dalam kondisi pandemi COVID-19, di mana para siswa masih harus belajar di rumah.

“Alhamdulillah ini wujud komitmen para guru dan orang tua siswa untuk tetap mendampingi anak-anak tetap belajar dan memelihara hafalannya di rumah,” kata Andri kepada Pasundan Ekspres di SDIT Cendekia, Rabu (13/5).

Dijelaskan Andri, munaqasyah digelar selama empat hari, di mana dalam setiap harinya ada 10-11 siswa yang diuji hafalannya. Ada yang juz 30, 29, maupun juz 28.

“Kami memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting pada munaqasyah kali ini. Melibatkan dua operator dan tiga penguji di setiap sesinya. Alhamdulillah, seluruhnya dinyatakan lulus,” ujarnya.

Andri juga menyebutkan, teknis berjalannya munaqasyah, operator standby di SDIT Cendekia. Sedangkan penguji dan peserta berada di rumahnya masing-masing.

Ada beberapa siswa yang terkendala sinyal, maka didampingi orangtuanya datang ke sekolah untuk diuji hafalannya secara langsung. Tetap jaga jarak dan menggunakan masker.

Lebih lanjut Andri mengatakan, sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah, SDIT Cendekia menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

“Awalnya, guru dan orangtua kaget dengan sistem PJJ, namun kemudian beradaptasi dan sudah mulai terbiasa. Termasuk munaqasyah ini, guru dan orang tua berhasil mendampingi siswa selama menghafal di rumah,” ucapnya.

Penugasan bagi siswa, kata Andri, memanfaatkan WhatsApp, Google Clasa Room, hingga Zoom Meeting. “Memasuki Ramadan ini kami juga tetap menyelenggarakan Pesantren Ramadan memanfaatkan aplikasi tersebut,” katanya.

Senada, Ketua Dewan Pembina Yayasan Sumber Daya Insani (Yasri) yang menaungi SDIT Cendekia, Dr H Agus Muharam M.Pd mengapresiasi kepala sekolah dan guru.

“Meski belajar di rumah, mereka tetap memberikan bimbingan terbaik kepada para siswa. Ini bentuk tanggung jawab dan bagian dari amanah seorang guru,” ucapnya.

Apresiasi juga diungkapkan salah seorang orang tua siswa Ikhwan A Firdaus. Ayah dari Azmi Tazriyan Firdaus kelas 6A dan Radhika Kautsar Firdaus kelas 3B ini menyebutkan, guru tetap mengontrol siswa selama belajar di rumah.

“Alhamdulillah kedua anak saya bisa hafiz juz 30. Ini berkat bimbingan para guru meski di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan anak belajar di rumah,” kata Ikhwan yang kesehariannya menjabat sebagai Kasi Sarana Prasarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta ini.

Pun halnya dengan Siti Nur Aisyah. Orang tua dari siswa bernama Rafasya Fajriansyah Permana kelas 4A juga menyampaikan apresiasinya.

“Munaqasyah ini bagus untuk anak-anak biar tambah menjaga hafalannya. Walaupun di rumah harus tetap mengahafal, tetap murajaah,” ucapnya.(add/ysp)