SDIT Cendekia Manfaatkan Live Streaming

SDIT Cendekia Purwakarta
PEKAN TAARUF: Suasana di kelas yang disulap menjadi studio pada Pekan Taaruf SDIT Cendekia Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta melalui surat edarannya mengizinkan sekolah untuk menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan sistem daring.

Berpatokan pada kebijakan tersebut, SDIT Cendekia pun memanfaatkan live streaming saat menggelar MPLS atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pekan Taaruf bagi para siswa baru SDIT Cendekia. Yakni dengan memanfaatkan YouTube, Instagram, dan Facebook.

Digelar selama lima hari berturut-turut, yakni sejak 13 Juli hingga 17 Juli 2020, Pekan Taaruf wajib diikuti 90 siswa baru. Meski begitu, seluruh siswa SDIT Cendekia yang berjumlah 560 siswa ini pun dianjurkan untuk mengikuti masa pengenalan tersebut.

Baca Juga: SDIT Cendekia Purwakarta Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Ketua Panitia Pekan Taaruf SDIT Cendekia Ade Syarifudin S.Pd mengatakan, sepanjang Pekan Taaruf pihaknya tekah menyiapkan berbagai sesi dan materi untuk para siswa baru.
“Misalnya di hari pertama digelar opening ceremony yang menampilkan lima siswa terbaik membacakan Surat An-Naba,” ujarnya lewat rilis yang diterima Pasundan Ekspres, Ahad (19/7).

Kemudian, sambungnya, para siswa bisa melihat profil SDIT Cendekia dengan mengakses channel YouTube SDIT Cendekia Purwakarta Official. “Di channel tersebut juga ditampilkan visi misi dan profil para guru,” kata Ade.

SDIT Cendekia Kebanggaan Kita Semu

Pekan Taaruf yang mengangkat tema ‘SDIT Cendekia Kebanggaan Kita Semua’ ini juga memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting untuk menyapa langsung para siswa baru.
“Di hari ketiga, kami mengajak para siswa baru menonton live delay musik yang ditampilkan D’Kia Band sambil membahas ngobrol santai konten lagu yang menjadi ciri khas SDIT Cendekia. Para personel D’Kia Band ini adalah para guru SDIT Cendekia,” ucapnya.

Hari keempat, kata Ade, pihaknya mengajak para siswa baru menyaksikan talk show dengan narasumber Kepala Sekolah SDIT Cendekia serta siswa berprestasi yang didampingi orangtuanya.

“Di hari terakhir, kami menghadirkan give away untuk siswa yang bisa menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan. Pertanyaannya berkaitan dengan materi selama Pekan Taaruf digelar,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SDIT Cendekia Andri Purwanugraha M.Pd menyebutkan, SDIT Cendekia akan memulai kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 pada Senin, 20 Juli 2020. “Kami memulainya secara daring,” kata Andri.

Untuk itu, pihaknya pun sudah mempersiapkan secara matang teknis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tersebut. “Di antaranya setiap guru diminta untuk membuat video pembelajaran atau tutorial yang kemudian diunggah ke saluran YouTube SDIT Cendekia Purwakarta Official,” kata Andri.

Dengan begitu, sambungnya, siswa didampingi orangtuanya tinggal mengaksesnya kapan saja. Bisa pagi, siang atau malam sepulang orangtua bekerja. “Kami juga menyiapkan studio khusus untuk Zoom Meeting, yang sangat bermanfaat pada saat Pekan Taaruf,” ujarnya.

Terkait PJJ, Andri menegaskan semua pihak harus mentaatinya karena masih dalam masa pandemi. Terlebih ada kasus penambahan positif Covid-19 di Purwakarta.

“Dinas Pendidikan ingin melindungi siswa agar terhindar dari Covid-19. Pihak sekolah tentu harus mentaati itu walaupun banyak orangtua yang ingin belajar tatap muka. Semua harus mengerti dan bersabar, serta berdoa agar pendemi ini segera berlalu,” ucapnya.

Dirinya pun memahami ada kekhawatiran pembelajaran daring ini tak dapat mencapai kurikulum 100 persen. “Karenanya kami selalu mengupayakan pemilihan materi dan teknis pembelajarannya sehingga bisa diserap oleh siswa,” ucapnya.

Tak kalah penting, kata Andri, adalah membangun kerja sama dengan orang tua siswa. “Baik guru maupun orang tua harus proaktif selama PJJ ini,” ujarnya.(add/ysp)