Suspect DBD Ditemukan di Darangdan dan Plered

LEMAH: Salah satu pasien di terduga DBD di Puskesmas Darangdan tampak lemah. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Kasus dugaan demam berdarah dengue (DBD) terdeteksi di Kecamatan Darangdan dan Kecamatan Wanayasa.
Kepala UPTD Puskesmas Darangdan H Tarso membenarkan hal tersebut. “Iya diagnosa sementara penyakit DBD di Kecamatan Darangdan cenderung naik,” ujarnya saat ditemui di Kantor Puskesmas Darangdan, Selasa (14/1).

Meski begitu, pihaknya mengaku sudah menanggulangi untuk memutus mata rantai penyeberan penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegipty itu.

“Upaya yang kami lakukan yaitu selain fogging juga melaksanakan sosialisasi ke pemerintah desa untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tempat- tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” katanya.
Meski jumlah kasus belum bisa diketahui secara rinci, namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun beberapa ruang rawat inap di Puskesmas Darangdan dihuni oleh pasien terduga DBD.

Di tempat yang sama, salah seorang pasien Eman Suherman (49), Warga Kampung Karang Kencana RT 01/RW 01 Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan mengaku awalnya mengalami mual, meriang dan sakit tulang seluruh tubuh. “Katanya terserang DBD,” ujar Eman yang tampak lemas.
Tak hanya Eman, pasien lain yang nampak terkulai lemas yaitu Muhamad Aiman (12), warga Kampung Depok RT 13/RW 05 Desa Depok yang juga mengalami penyakit serupa. “Sudah dua hari anak saya panas tinggi dan harus dirawat disini,” kata orangtua Aiman, Siti Aisah (40).

Sebelumnya, seorang anak berusia belasan tahun di wilayah Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Muhamad Nazwar Alamin meninggal dunia setelah terjangkit demam berdarah dengue (DBD), pada Sabtu (4/1) lalu.
Sekdes setempat sekaligus ayah dari Muhamad Nazar Alamin (11), Udus Sutisna membenarkan peristiwa yang menimpa anak keduanya tersebut.

Udus mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, putranya mengalami demam tinggi, kemudian Udus membawa putranya ke salah satu klinik yang ada di wilayah Kecamatan Darangdan.
“Tak lama kemudia pihak klinik menyarankan agar membawa anak saya ke Puskesmas setempat. Namun pihak puskesmas kembali menyarankan untuk membawanya ke rumah sakit, karena kondisi anak saya tak kunjung membaik,” ungkap Udus saat ditemui di kantor Desa Linggamukti.

Sementara itu, di Puskesmas Plered, Kabupaten Purwakarta juga diketahui ada tiga pasien diduga positif demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2020.

Petugas Surveilance Puskesmas Plered, Aan Suandana mengatakan, tiga warga diduga terserang DBD tersebut berasal dari tiga desa, yakni Desa Cibogohilir, Rawasari dan Desa Sindangsari.

Dua pasien sempat memeriksakan diri ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit, sementara satu pasien lainnya hasil temuan di lapangan yang kini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Purwakarta.

“Ada tiga orang yang kami data, trombosit mereka turun dan dapat dikatakan DBD,” kata Aan melalui sambungan selulernya, Rabu (15/1).

Menurutnya, kasus DBD di Kecamatan Plered cenderung kecil jika dibandingkan wilayah lain. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan antisipasi. “Kami melakukan penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan kepada masyarakat,” ujar Aan.
Selain itu, Aan juga mengaku telah melakukan imbauan kepada masyarakat agar waspada pada musim penghujan yang rawan bermunculan sejumlah penyakit seperti DBD.
“Kami selalu imbau warga untuk meningkatkan pola hidup sehat, terutama menjaga lingkungan tetap bersih,” ujar dia.(add/vry)