Taat Pemerintah, Tabligh Akbar Digelar Daring

TAUSIYAH. Pimpinan Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta DR KH Abun Bunyamin MA saat menyampaikan tausiyahnya yang disiarkan melalui Zoom dan live YouTube. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Pondok Pesantren Al-Muhajirin menunjukkan ketaatannya kepada pemerintah dengan menggelar Tabligh Akbar dan Istigasah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H secara virtual. Ini merupakan komitmen Al-Muhajirin untuk keselamatan umat dan bangsa di masa pandemi COVID-19.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin DR Hj Ifa Faizah Rohmah M.Pd menyampaikan, pihaknya mengikuti arahan Bupati Purwakarta dan Satgas COVID-19 tentang kondisi terkini Purwakarta yang masuk zona merah. “Walau pun persiapan acara sudah 99 persen, tapi kami memilih untuk menghindari kemadaratan dari mengambil kemaslahatan,” kata Ifa kepada Pasundan Ekspres, Rabu (18/11).

Keputusan tersebut, sambungnya, sesuai arahan Pimpinan Pesantren Al-Muhajirin Saikhuna DR KH Abun Bunyamin MA. “Dengan virtual syiar dakwah thalabul ilmi tetap berjalan sekaligus tetap bisa menjaga keaamanan dan ketertiban. Begitu juga dengan istigasah untuk keselamatan umat dan bangsa,” ujarnya.

Meski digelar virtual, kata Ifa, ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Yakni peserta yang mengikuti lewat aplikasi Zoom dan YouTube lebih dari 1.000 orang. Baik itu peserta dari dalam maupun luar Purwakarta.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Syaikhuna DR KH Abun Bunyamin MA dalam tausyiahnya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Terlebih di masa pandemi ini, semuanya harus mempuyai misi untuk hidup bahagia.

“Kita harus mempunyai hubungan baik dengan sesama manusia karena jika tidak, maka kita tidak akan bahagia. Salah satunya menjalin sinergitas dengan pemerintah,” ucap Kiai Abun.

Dijelaskannya, pelaksanaan tabligh akbar secara virtual ini merupakan bentuk ketaatan Al-Muhajirin kepada pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Virus Korona.

Kiai Abun juga berpesan, meski amal kebaikan banyak, anggaplah sedikit agar tetap menambah amal kebaikan. Sebaliknya, amal buruk meskipun sedikit anggaplah banyak, agar banyak bertobat kepada Allah SWT. “Mari kita semua berdoa untuk keselamatan umat dan bangsa ini,” ucapnya.(add/ysp)