Tak Sangka, Indahnya Eceng Gondok saat Berbunga Jadi Spot Favorit Berswafoto di Jatiluhur

FAVORIT: Seorang pemuda tengah berswafoto di lokasi Eceng Gondok yang tengah berbunga di Waduk Jatiluhur. Berbunganya Eceng Gondok ini menjadi spot favorit untuk berswafoto bagi para kawula muda. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Siapa sangka Eceng Gondok yang selama ini dikenal sebagai tanaman hama memiliki keindahan saat berbunga dan menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Jumlahnya yang melimpah di Waduk Jatiluhur malah menjadi spot favorit baru untuk berswafoto.

ADAM SUMARTO, Purwakarta

KEBERADAAN Eceng Gondok di Waduk Jati luhur kembali viral. Namun, kali ini jauh dari kesan negatif, sebaliknya Eceng Gondok ramai dikabarkan menjadi spot favorit untuk berfoto, baik secara sendirian maupun beramai-ramai. Usut punya usut ternyata saat ini merupakan waktunya bunga Eceng Gondok bermekaran.

Tak sedikit warga, terutama kaum muda, yang mengabadikan keindahan bunga Eceng Gondok dengan berfoto berlatarkan keindahannya bunga tanaman bernama latin Eichhornia crasippes ini untuk kemudian diunggah ke dunia maya.

Bunga Eceng Gondok yang mekar ini berwana ungu, terlihat cantik dan menarik kontras dengan warna hijau khas tanaman yang juga kerap dijadikan bahan kerajinan tangan tersebut.

Adapun tempat berswafoto berlatarkan bunga Eceng Gondok ini di antaranya di Pelabuhan Biru, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Lokasi ini pun ramai dikunjungi kaula muda, baik di waktu pagi, siang, dan sore hari.

“Spot cantik ini bisa menambah koleksi foto di akun Instagram saya,” kata Riyadi dan Novita, pasangan asal Plered yang mengaku sengaja berwisata ke Kawasan Grama Tirta Jatiluhur, Rabu (11/11).

Riyadi mengaku jika dirinya mengetahui informasi adanya bunga Eceng Gondok yang mekar ini dari media sosial Instagram dan Facebook.

“Awalnya tahu lokasi Eceng Gondok dari postingan teman di Instagram dan Facebook. Keberadaan bunga ini, mengingatkan saya akan Bunga Sakura yang berjatuhan di Jepang,” kata Riyadi.

Ia menambahkan, dirinya sengaja datang jauh-jauh dari Kecamatan Plered nuntuk melihat keindahan bunga Eceng Gondok. “Kelihatannya bagus seperti bukan di Purwakarta, kayak di Jepang. Tapi tergantung yang fotonya juga sih,” ucap Riyadi.

Terpisah, Yogi Galih (31), Warga sekitar, mengatakan, bunga Eceng Gondok ini hanya mekar selama dua minggu saja. Setelah itu bunganya akan hilang dan baru akan tumbuh tahun depan. “Memang ini musiman. Pastinya setahun ini sekali, tapi kadang juga sampai dua kali setahun,” ucap Yogi.

Namun, sambung dia, bunga Eceng Gondok ini tidak semua mekar serentak, melainkan bergantian, bunga tumbuh kemudian hilang. Diperkirakan taman Eceng Gondok ini akan bertahan sekitar satu atau dua pekan lagi.

“Kalau ini sudah sepekan lalu tumbuhnya. Tapi sebagian belum tumbuh, mungkin nanti dan sepertinya bergantian. Yang satu tumbuh, yang lainnya hilang,” ujarnya.(add/ysp)